Fatmah Nahdi ungkap tantangan peran di film
Fatmah Nahdi ungkap tantangan peran di film "Bisikan Desa Gringsing"
Senin, 10 Agustus 2026 19:40 WIB
Aktris Fatmah Nahdi (tengah) bersama Aghniny Haque (kiri) dan Widi Hesti Putri (kanan) saat kunjungan para pemeran "Bisikan Desa Gringsing" ke ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, Senin (10/8/2026) untuk mempromosikan film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026. ANTARA/Abdu Faisal
Jakarta (ANTARA) - Aktris Fatmah Nahdi mengungkap tantangan memerankan karakter Fatimah dalam film terbaru berjudul "Bisikan Desa Gringsing" yang minim dialog dan menuntut kemampuan menyampaikan emosi melalui gestur tubuh serta ekspresi wajah.
"Tantangan terbesar aku untuk part-nya adalah memerankan suatu peran yang berbicara tanpa berbicara," ungkap Fatmah saat kunjungan para pemeran "Bisikan Desa Gringsing" ke ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, Senin.
Menurut Fatmah, karakter Fatimah digambarkan sebagai sosok yang ditakuti oleh warga kampung dalam film tersebut. Namun, suasana di balik proses produksi justru berlangsung hangat dan penuh kebersamaan antarpemain dan kru.
"Tapi karena di baliknya kita semua ketawa, rasa-rasanya bareng-bareng, ngobrol, jadi semuanya bikinnya rasanya beda-beda," kata dia.
Film "Bisikan Desa Gringsing" merupakan kolaborasi produksi yang melibatkan kru beragam bahasa dari rumah produksi Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Perbedaan bahasa membuat para pemain harus beradaptasi selama proses produksi.
Fatmah mengatakan tantangan bahasa justru menjadi pengalaman menarik karena para pemain dan kru menggunakan berbagai cara untuk memahami satu sama lain.
"Seru banget, pengalaman pertama yang kayak tidak terpikir, dengan beda-beda, terus ada bahasa yang kita enggak ngerti, ada yang ngerti, jadi kayak kadang-kadang kalau lucu-lucuan aja ya, kadang (komunikasi) pakai gerak-gerik juga," tutur Fatmah.
Selain perbedaan bahasa, Fatmah juga harus menyesuaikan diri dengan sistem kerja produksi yang menerapkan waktu syuting secara ketat.
Menurut dia, pola tersebut menjadi pengalaman baru yang melatih kedisiplinan selama proses pengambilan gambar.
Film "Bisikan Desa Gringsing" juga tidak sekadar menghadirkan adegan yang menakutkan, tapi juga membawa pesan moral mengenai konsekuensi dari segala tindakan manusia.
Karakter Fatimah turut menjadi bagian dalam pesan tersebut, kata Fatmah, agar seseorang tidak pernah meremehkan atau menyakiti pihak yang dianggap lemah.
"Pesannya jangan menyakiti makhluk apa yang terlihat lemah karena bisa jadi bumerang juga buat kamu," kata Fatmah.
Ia menambahkan cerita film tersebut juga menekankan bahwa kebohongan pada akhirnya akan terungkap dan setiap tindakan memiliki konsekuensi.
"Tidak ada dendam yang tidak terbalas," ujar Fatmah menyimpulkan inti dari ketegangan film yang turut dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Wida Hesti Putri, Khiva Iskak, Nina Tamam, hingga Mian Tiara itu.
Film yang menghadirkan kisah misteri pencarian anggota keluarga yang hilang dan penuh ketegangan itu dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026