Empat Pengeroyok Pelajar dengan Golok di Bantul Ditangkap Polisi

Bagikan:

BANTUL - Kepolisian Resor (Polres) Bantul menangkap empat terduga pelaku pengeroyokan disertai penggunaan senjata tajam terhadap seorang pelajar di Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan polisi yang diterima Polsek Sanden pada 12 Juli terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pelajar berinisial RSP (16) mengalami luka.

"Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sanden langsung melakukan penyelidikan yang dibantu Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan," katanya dilansir ANTARA, Senin, 13 Juli.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan empat terduga pelaku, yakni ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17) di Polsek Sanden untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing," ujarnya.

Rita menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 02.00 WIB saat korban bersama rekannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul untuk menemui seorang teman.

Setibanya di lokasi, korban memperoleh informasi adanya rombongan pengendara sepeda motor yang melintas ke arah utara dan ia bersama teman-temannya kemudian berupaya mencari rombongan tersebut.

"Saat berada di kawasan Perempatan Jembatan Merah, Kecamatan Sanden, Bantul, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor," katanya.

Salah seorang teman korban, lanjutnya, kemudian memilih berbelok karena merasa takut, sedangkan korban tetap melanjutkan perjalanan.

Ketika korban kembali menuju arah selatan, rombongan pelaku diduga mengejar dari belakang.

"Korban kemudian disalip oleh rombongan pelaku. Salah seorang pelaku menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh," ujarnya.

Setelah korban terjatuh, beberapa pelaku diduga menyeret korban ke pinggir sawah sambil membawa senjata tajam.

"Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku membawa senjata tajam jenis celurit maupun golok," katanya.

Menurutnya korban mengalami luka bacok pada bagian tangan dan para pelaku melarikan diri ke arah selatan setelah mengetahui kedatangan anggota kepolisian.

BACA JUGA:


"Korban segera dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor milik korban yang mengalami kerusakan akibat kejadian.

"Barang bukti yang berhasil diamankan berupa tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor milik korban yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut dia, ASA diduga berperan membacok korban sekaligus merusak sepeda motor korban menggunakan golok dan FNS diduga memukul korban menggunakan tangan kosong.

"DBK alias D diduga membacok sepeda motor korban, sedangkan AKPP diduga membawa golok serta menendang sepeda motor korban hingga terjatuh," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan, termasuk aksi pengeroyokan yang melibatkan penggunaan senjata tajam.

"Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan yang mengancam keselamatan warga," katanya.

Ia memastikan proses hukum terhadap para terduga pelaku akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saat ini keempat terduga pelaku telah diamankan dan proses masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kejadian tersebut," ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+