Ekspedisi Cicatih Elpala Jadi Inspirasi Pencinta Alam untuk Jaga Lingkungan

AKURAT.CO Ekspedisi Cicatih Elpala memasuki etape terakhir pada Jumat (10/7/2026) dengan menyusuri aliran Sungai Cicatih, Leuwi Lalay, Sukabumi, Jawa Barat. Perjalanan ini diharapkan menjadi warisan inspirasi bagi generasi pencinta alam Indonesia untuk terus menjaga hutan, sungai, dan lingkungan.

Perjalanan ini merupakan rangkaian ekspedisi yang dimulai dari hulu Sungai Cimelati, hingga berakhir di Pelabuhan Ratu sebagai lokasi akhir pengambilan gambar film dokumenter.

Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 ini mengusung semangat petualangan, konservasi, dan regenerasi generasi muda pencinta alam.

Baca Juga: Cara Menanam Padi Organik Tanpa Pestisida Kimia yang Ramah Lingkungan

Kegiatan tersebut digagas Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, sekaligus menjadi proses produksi film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih.

Ekspedisi ini mendapat dukungan dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Boogie, PMBC (Pickup Mini Bus Community), Kementerian Kehutanan, serta organisasi pencinta alam Wanadri.

Selama enam hari perjalanan, peserta menjalani berbagai aktivitas mulai dari trekking, pendirian camp, pendakian, rappelling air terjun, hingga pengarungan sungai dengan membawa misi dokumentasi keanekaragaman hayati serta pesan konservasi.

Sebelum memasuki etape pengarungan sungai, tim ekspedisi bergerak dari base camp Cimelati menuju kawasan TNGHS. Mereka menempuh jalur pendakian hingga Pos 5, melintasi lembahan hutan primer, kemudian menuju kawasan Sungai Cicatih untuk memulai pengarungan bersama tim Wanadri.

Dalam perjalanan menyusuri Sungai Cicatih, tim ekspedisi juga menemukan kondisi debit air sungai yang mengalami penurunan akibat musim kemarau. Permukaan air sungai diperkirakan turun hingga sekitar satu meter dibandingkan kondisi normal.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga setempat, Rio, yang ditemui tim saat menyusuri aliran Sungai Cicatih. Menurutnya, perubahan debit air cukup terasa akibat pengaruh musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Fi Asia Indonesia 2026 Kembali Digelar, Dorong Pangan Berkualitas untuk Kesehatan dan Lingkungan

"Sekarang kondisi Sungai Cicatih memang mengalami penurunan air. Kalau dibandingkan biasanya, permukaan air turun sekitar satu meter akibat kemarau," ujar Rio, Minggu (12/7/2026).

Kondisi tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan ekspedisi sekaligus dokumentasi mengenai kondisi nyata ekosistem sungai. Tim melihat fenomena tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan yang berperan sebagai penyangga sumber air.

Setelah melalui berbagai tantangan medan, Ekspedisi Cicatih Elpala akhirnya mencapai garis finis di Pelabuhan Ratu pada Jumat (10/7/2026) sore. Tim berhasil menyelesaikan pengarungan Sungai Cicatih sejauh kurang lebih 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar delapan jam.