◐

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Jakarta, CNBC Indonesia - Uang tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun bisa lenyap akibat aksi penipuan digital. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kejahatan yang menyasar pengguna mobile banking (m-banking) dengan memanfaatkan berbagai cara untuk mendapatkan akses ke rekening korban.

Modus kejahatan yang menyasar pengguna m-banking cukup beragam, mulai dari pencurian data pribadi, penyebaran aplikasi berbahaya hingga phishing atau penipuan melalui tautan dan pesan palsu untuk memperoleh informasi rahasia nasabah.

Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan layanan perbankan digital agar tidak menjadi korban pembobolan rekening.

Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (10/10/2026), berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan nasabah untuk menghindari kejahatan digital banking.

11 Tips Menghindari Pembobolan Rekening M-Banking

1. Jangan pernah membagikan kode akses maupun nomor identifikasi pribadi (PIN) kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

2. Hindari mencatat atau menyimpan PIN dan kode akses SMS banking di tempat yang mudah ditemukan atau diketahui orang lain.

3. Selalu periksa detail transaksi dengan cermat sebelum memberikan persetujuan atau melakukan konfirmasi pembayaran.

4. Setelah melakukan transaksi, tunggu beberapa saat hingga sistem memberikan respons atau pemberitahuan mengenai status transaksi tersebut.

5. Perhatikan setiap notifikasi transaksi yang dikirimkan melalui SMS maupun email. Periksa informasi di dalamnya dan segera hubungi pihak bank jika menemukan aktivitas yang tidak dikenal atau mencurigakan.

6. Segera ubah PIN apabila merasa kode keamanan tersebut telah diketahui atau berpotensi diakses oleh pihak lain.

7. Jika kartu SIM hilang, dicuri, atau berpindah tangan, segera laporkan kepada kantor cabang atau layanan pelanggan resmi bank untuk mencegah penyalahgunaan.

8. Waspadai aplikasi maupun tautan di internet yang mengandung spam atau malware. Program berbahaya tersebut dapat digunakan untuk mengambil data pribadi dan menyalahgunakannya.

9. Sebisa mungkin hindari melakukan transaksi perbankan menggunakan jaringan internet publik, seperti WiFi gratis atau komputer di tempat umum. Penggunaan jaringan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko pencurian data.

10. Pastikan selalu keluar atau log out dari layanan internet banking setelah menyelesaikan transaksi, terutama ketika menggunakan perangkat yang dapat diakses orang lain.

11. Sebelum mengganti atau menjual ponsel, pastikan seluruh data pribadi dan informasi perbankan telah dihapus dari perangkat lama agar tidak disalahgunakan oleh pemilik berikutnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]