Dubai Mau Bangun Pelabuhan Baru demi Hindari Selat Hormuz

Liputan6.com, Jakarta - Operator pelabuhan DP World berencana membangun pelabuhan baru dan terminal peti kemas di pantai timur Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini guna mengurangi ketergantungan Dubai pada Pelabuhan Jebel Ali sebagai hub utama sekaligus menghindari Selat Hormuz.

DP World pada tahap awal akan menginvestasikan ratusan juta dolar AS untuk mengembangkan fasilitas baru tersebut. Namun, nilai investasi itu dapat meningkat seiring waktu, tergantung pada seberapa besar tambahan kapasitas yang dibutuhkan.

“Kami memang memiliki rencana sendiri, dan kami sangat aktif dalam melihat peluang di pantai timur sejauh menyangkut DP World. Ini merupakan langkah pertahanan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata pejabat senior perusahaan tersebut melansir Financial Times, Selasa (14/7/2026).

Saat ini, DP World sedang membahas rancangan kesepakatan (term sheet) dengan para pejabat pemerintah. Struktur proyek maupun skema pembiayaannya masih dalam tahap finalisasi. Namun seorang pejabat senior perusahaan mengatakan pelabuhan baru itu berpotensi selesai dibangun dalam waktu sekitar satu setengah tahun.

DP World tidak mengonfirmasi rincian proyek di pantai timur tersebut, tetapi menyatakan bahwa sejumlah rencana diversifikasi sedang disiapkan untuk mengatasi gangguan yang terjadi.

Selama lebih dari dua dekade terakhir, DP World telah menjadi salah satu entitas UEA yang paling agresif berekspansi secara internasional dengan membangun jaringan pelabuhan dan logistik di berbagai belahan dunia. Meski demikian, Pelabuhan Jebel Ali tetap menjadi aset paling berharga bagi perusahaan maupun Pemerintah Dubai.

Rencana memindahkan sebagian kapasitas pelabuhan ke luar Dubai merupakan perubahan besar bagi emirat tersebut, yang selama ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan keuangan global, salah satunya berkat pesatnya pertumbuhan Pelabuhan Jebel Ali.

Namun, rencana DP World ternyata memang sejalan dengan inisiatif pemerintah UEA yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan ekonomi terhadap potensi konflik di masa depan dengan Iran.

Salah satunya dilakukan dengan mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Jalur pelayaran yang belakangan terganggu akibat serangan drone dan rudal Iran setelah serangan Amerika Serikat dan Israel.

Aktivitas di Pelabuhan Jebel Ali, pelabuhan peti kemas terbesar di UEA, sempat anjlok antara 90% hingga 95% setelah Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel. 

Proyek baru tersebut akan memperkuat kehadiran DP World di Teluk Oman. Dengan demikian, peti kemas dapat masuk dan keluar UEA tanpa harus melewati Selat Hormuz, sebelum kemudian diangkut melalui jalur darat menggunakan truk menuju Dubai, Abu Dhabi, dan negara-negara Teluk lainnya.