◐

Dua tahun Prabowo-Gibran, 10.070 Koperasi Desa Merah Putih beroperasi

Dua tahun Prabowo-Gibran, 10.070 Koperasi Desa Merah Putih beroperasi

Minggu, 18 Oktober 2026 16:05 WIB

Image Print

Arsip - Pekerja menyapu lantai di depan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah rampung di Kelurahan Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Jumat (18/9/2026). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Jakarta (ANTARA) - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyebut sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di seluruh Indonesia hingga 15 Oktober 2026 dalam 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan keberadaan koperasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi desa, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga penyerapan dan pemasaran hasil pertanian masyarakat.

"KDKMP dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang dapat memperpendek rantai distribusi dan memperluas akses pasar bagi petani serta pelaku usaha lokal," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dengan memperpendek rantai distribusi dan memperluas akses pasar bagi petani serta pelaku usaha lokal, kata Kurnia, koperasi diharapkan membantu menjaga ketersediaan barang, memperkuat posisi tawar produsen, dan membuat perputaran ekonomi lebih banyak dirasakan masyarakat desa.

Berdasarkan dashboard Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) per 16 Oktober 2026, jumlah transaksi KDKMP sepanjang 2026 tercatat mencapai 85.427 transaksi dengan nilai total Rp208,64 miliar.

Beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan 5 kilogram menjadi produk dengan nilai transaksi tertinggi, yakni Rp92,98 miliar. Posisi berikutnya ditempati minyak goreng dengan nilai transaksi Rp47,07 miliar.

Melalui aktivitas perdagangan tersebut, koperasi diharapkan membantu menjaga ketersediaan barang, memperkuat posisi tawar produsen, serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Dari sisi pembangunan infrastruktur, data Simkopdes per 16 Oktober 2026 mencatat sebanyak 28.402 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan gedung dan gerai melalui Agrinas Pangan Nusantara. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp3 miliar per koperasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.070 KDKMP menjadi sasaran pemantauan pemerintah untuk memastikan kesiapan operasional, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan usaha.

Pemerintah mendorong koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyediaan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi saluran pemasaran hasil pertanian dan produk usaha masyarakat setempat. Dengan demikian, rantai distribusi diharapkan menjadi lebih pendek dan akses pasar bagi produsen lokal semakin luas.

Capaian tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang genap pada 20 Oktober 2026.

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026