DPR Desak Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin
AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan duka cita mendalam serta rasa prihatin yang mendalam atas kecelakaan yang menimpa kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
"Sebagai Wakil Ketua DPR RI ya tentu kami mengucapkan duka cita terhadap para korban dan kami juga prihatin atas kejadian ini," ujar Sari di DPP Golkar, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Untuk itu, dia mendesak agar insiden ini diusut secara tuntas tanpa terkecuali. Penyelidikan mendalam dinilai krusial guna mengungkap akar permasalahan di balik kecelakaan laut tersebut.
Baca Juga: 130 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Masih dalam Pencarian
"Dan kita meminta untuk diinvestigasi secara menyeluruh apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut, sehingga di kemudian hari tidak terulang kembali," tegasnya.
Selain menginvestigasi penyebab kejadian, DPR RI juga menekankan pentingnya akuntabilitas hukum bagi pihak-pihak yang terbukti lalai. Penegakan sanksi yang tegas sesuai koridor hukum menjadi hal mutlak yang harus ditegakkan.
"Dan tentu setelah investigasi dilakukan, harus ada pihak-pihak yang bertanggung jawab akan kejadian tersebut, dan tentu harus ditindak sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku," imbuhnya.
Dalam mengoptimalkan fungsi pengawasan, Sari memastikan bahwa DPR RI terbuka untuk memanggil penyedia layanan moda transportasi tersebut. Komitmen ini diambil untuk memperketat standar keselamatan pelayaran.
Baca Juga: 107 Orang Selamat dalam Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Sebagai informasi, Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa sebanyak 243 orang.
Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
"Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT. Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui. Posisi terakhir yang diterima berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, dalam keterangan yang diterima, Minggu (13/9/2026).