DPD RI perkuat koordinasi penanganan karhutla Papua Pegunungan
DPD RI perkuat koordinasi penanganan karhutla Papua Pegunungan
Senin, 19 Oktober 2026 04:40 WIB
Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait penanganan serius kabut asap di daerah setempat.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI Arianto Kogoya memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami saat melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah pusat dan daerah supaya penanganan masalah karhutla ini segera teratasi sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan, ekonomi, sosial bahkan terganggunya masalah kesehatan,” katanya di Wamena, Sabtu.
Kabut asap masih menyelimuti wilayah Papua Pegunungan sehingga mengganggu jadwal penerbangan dari dan keluar Wamena maupun beberapa penerbangan perintis di daerah tersebut.
Menurut dia, Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) serta lembaga pemerintah yang menangani masalah bencana harus turun langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.
"Akibat kabut asap dari wilayah Papua Selatan ke Papua Pegunungan mengakibatkan jarak padang di beberapa daerah menjadi terbatas, aktivitas transportasi udara menjadi terhambat dan bisa saja harga barang pokok menjadi meningkat. Kondisi ini kalau terus berlangsung maka harga kebutuhan pokok yang semuanya didistribusikan dari luar Wamena menggunakan transportasi udara menjadi naik dan perekonomian masyarakat di Papua Pegunungan secara umum akan sulit,” ujarnya.
Dia menjelaskan sesuai informasi BMKG musim kemarau masih akan berlangsung di wilayah Papua Pegunungan hingga akhir Oktober tahun 2026.
“Selain kabut asap, wilayah Papua Pegunungan juga mengalami kekeringan, air sumur mengering, lahan perkebunan dan pertanian warga kering maka perlu perhatian serius dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini secara baik sehingga masyarakat tidak menjadi korban,” katanya.
Dia menambahkan lembaga negara yang menangani secara khusus terhadap musibah karhutla di wilayah Papua Pegunungan maupun daerah lainnya di Tanah Papua supaya mengambil langkah serius untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Kami hanya mengkhawatirkan dampak dari kabut asap ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat Papua Pegunungan khususnya gangguan infeksi saluran pernapasan atau ISPA,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026