Dokter: Miom dapat ditangani melalui operasi tanpa angkat rahim
Dokter: Miom dapat ditangani melalui operasi tanpa angkat rahim
Rabu, 19 Agustus 2026 10:17 WIB
Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital MT Haryono dr. Sita Ayu Arumi saat menjelaskan mengenai operasi atasi miom tanpa angkat rahim. ANTARA/Irfan
Tangerang (ANTARA) - Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital MT Haryono dr. Sita Ayu Arumi mengatakan bahwa pada kondisi tertentu, miom dapat ditangani melalui operasi mengangkat dengan tetap mempertahankan rahim.
Ia mengatakan saat ini pengobatan miom besar dan kista dapat dilakukan secara akurat tanpa harus mengangkat rahim melalui teknik bedah robotik ginekologi dan pemulihan yang lebih cepat.
"Pilihan prosedur tetap harus ditentukan berdasarkan ukuran, jumlah, dan lokasi miom atau kista, kondisi kesehatan pasien, serta rencana kehamilan," kata dr. Sita Ayu Arumi di Tangerang, Rabu.
Perlu diketahui, miom adalah benjolan jinak yang tumbuh dari otot rahim, sedangkan kista ovarium adalah kantung yang dapat berisi cairan atau jaringan dan tumbuh di indung telur dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Sita Ayu Arumi menjelaskan teknologi bedah robotik da Vinci Xi yang digunakan untuk penanganan miom dan kista merupakan bentuk operasi minimal invasif yang inovatif di bidang ginekologi. Prosedur ini menggunakan instrumen robotik yang sepenuhnya dikendalikan oleh dokter bedah melalui konsol khusus.
Beberapa keunggulan utama bedah robotik meliputi presisi tingkat tinggi, fleksibilitas lengan robot sayatan lebih kecil dan bekas luka minimal, potensi nyeri dan perdarahan lebih rendah, serta pemulihan relatif cepat.
"Jika pasien didiagnosis memiliki miom, kista berukuran besar atau disarankan menjalani operasi angkat rahim dan ingin mendapatkan pendapat medis kedua atau second opinion maka teknologi bedah robotik bisa jadi pilihan," katanya.
Sebagai spesialis kebidanan dan kandungan dengan fokus pada Minimally Invasive Gynecologic Surgery (MIGS) dan kesehatan reproduksi, lanjut Sita, prosedur dan persiapan pasien sebelum bedah robotik di antaranya pemeriksaan diagnostik, skrining kesehatan pra-operasi, prosedur pembedahan dan rawat inap sesuai dengan kondisi setiap pasien.
"Jangan biarkan rasa takut kehilangan rahim membatasi seseorang untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat," ujarnya.
Pewarta : Achmad Irfan
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026