◐

DLH Bangka-HAKLI Babel salurkan air bersih ke pondok pesantren - ANTARA News Bangka Belitung

Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) menyalurkan bantuan sosial air bersih ke pondok pesantren Hubbul Quran Sinar Baru Bangka.

"Bantuan sosial distribusi air bersih sebanyak 2,2 ton ke pondok pesantren Hubbul Quran agar kegiatan ibadah dan belajar santri di lembaga pendidikan itu berjalan lancar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Sabtu.

Ia mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ke lembaga pesantren dan masjid Baitul Ummah merupakan kegiatan sosial yang sudah dilakukan beberapa kali selama musim kemarau.

"Air bersih di pesantren atau di masjid menjadi kebutuhan dasar untuk keperluan wudhu bagi para santri maupun jamaah masjid," kata Boy Yandra.

Boy Yandra mengajak semua pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih, karena musim kemarau tahun ini terbilang cukup panjang dan belum dipastikan kapan masuk musim penghujan.

"Tidak hanya pesantren dan masjid, banyak warga masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih," katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan air bersih, dan menggunakan air sesuai kebutuhan.

"Lembaga pendidikan atau fasilitas umum yang membutuhkan air bersih dapat mengusulkan bantuan ke pemerintah daerah atau langsung ke DLH Bangka," ujar Boy Yandra.

Selain masyarakat yang bisa memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan rumah tangga, Boy Yandra mengimbau masyarakat supaya tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan, kalau ditemukan titik api saya minta partisipasi masyarakat segera memadamkan atau langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran di pos piket Damkar Bangka," jelasnya.

Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.