◐

DJPb Maluku: Penyaluran KUR tembus Rp880 miliar jangkau 16.382 debitur - ANTARA News Ambon, Maluku

AMBON (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Maluku mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Maluku mencapai Rp880,50 miliar kepada 16.382 debitur hingga triwulan ketiga 2026.

Kepala Kanwil DJPb Maluku Anang Rohmawan di Ambon, Selasa mengatakan realisasi tersebut tumbuh 33,39 persen dibandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penyaluran KUR hingga Agustus 2026 mencapai Rp880,50 miliar kepada 16.382 debitur, atau tumbuh 33,39 persen secara tahunan," kata dia.

Menurut dia, peningkatan penyaluran KUR menunjukkan pembiayaan bersubsidi pemerintah terus dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha di Maluku untuk memperluas akses permodalan.

KUR sendiri merupakan salah satu instrumen dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu pelaku usaha memperoleh pembiayaan dengan skema subsidi, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain KUR, kata Anang, pemerintah juga menyalurkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang hingga Agustus 2026 mencapai Rp30,91 miliar kepada 4.983 debitur.

Namun, penyaluran UMi tersebut mengalami kontraksi 27,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, dan menggerakkan pusat-pusat ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Maluku," ujarnya.

Dirinya mengatakan dukungan pembiayaan melalui KUR dan UMi menjadi bagian dari peran APBN dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan akses modal bagi pelaku usaha.

Penyaluran pembiayaan bersubsidi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha masyarakat di berbagai wilayah Maluku.

Diharapkan peningkatan penyaluran KUR di Maluku dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usahanya.

Pasalnya semakin banyak usaha yang berkembang dan mampu meningkatkan aktivitas produksinya, maka semakin besar pula perputaran uang di tengah masyarakat yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.