Disdag Mataram gelar pasar murah jelang Maulid, Minyakita dijual Rp15.700 per liter

Senin (3/7/2026), kami rapat mematangkan jadwal dan lokasi pasar rakyat.

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan kegiatan pasar rakyat atau biasa dikenal pasar murah dalam rangka menyambut masuknya bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyudina mengatakan kegiatan pasar rakyat bertujuan mendekatkan dan membatu masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

"Selain itu, kegiatan pasar rakyat sekaligus untuk menstabilkan harga ketika terjadi permintaan meningkat selama bulan Maulid," ujarnya di Mataram, Jumat.

Pemerintah Mataram telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para distributor, retail modern, Bulog, serta Bank Indonesia (BI) terkait pasar murah tersebut.

"Senin (3/7/2026), kami rapat mematangkan jadwal dan lokasi pasar rakyat," katanya.

Dengan adanya dukungan dari distributor, Bulog, dan BI tersebut, harga yang dijual di pasar rakyat bisa lebih murah atau di bawah harga pasar sebab pelaku usaha yang dilibatkan dalam pasar rakyat langsung dari tangan pertama.

"Karena itulah, di pasar rakyat terdapat selisih harga mulai Rp1.000 hingga Rp5.000 per satu jenis kebutuhan pokok," katanya.

Menurutnya, kegiatan pasar rakyat dijadwalkan mulai pada minggu kedua Agustus di enam kecamatan se-Kota Mataram, dengan melibatkan sekitar 35 hingga 40 distributor serta petani binaan BI untuk menyediakan berbagai komoditas pertanian seperti telur, cabai, bawang, dan aneka sayuran.

Selain itu, di pasar rakyat Disdag juga memastikan akan tersedia minyak goreng subsidi merek Minyakita dengan harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Minyakita saat ini menjadi pilihan konsumen karena harganya jauh lebih murah dibandingkan harga minyak goreng kemasan lain yang mencapai Rp23.000 sampai Rp25.000 per liter.

"Karena itu, agar masyarakat bisa mendapatkan Minyakita secara merata, pembelian akan kami batasi yakni maksimal satu orang hanya bisa membeli dua liter," katanya.

Dia berharap, kehadiran pasar rakyat menyambut bulan Maulid tersebut bisa memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Pasalnya, meskipun bulan Maulid masih jauh yakni pada 25 Agustus 2026, namun masyarakat sudah mulai melakukan berbagai persiapan dengan kebutuhan pokok.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026