Dinkes Pangkalpinang gencarkan budaya PHBS tekan kasus diare - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggencarkan sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, guna menekan kasus diare yang mengalami peningkatan akibat cuaca panas ekstrem di daerah itu.

"Kondisi cuaca panas, berdebu, polusi udara, dan pola makan tidak sehat, ini memicu peningkatan kasus diare," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Pangkalpinang Holipah di Pangkalpinang, Minggu.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kota Pangkalpinang, pada Januari hingga Agustus 2026 jumlah kasus diare mencapai 164 kasus atau mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 89 kasus diare.

"Peningkatan kasus diare ini tidak seperti kasus ISPA yang cukup mengalami peningkatan signifikan mencapai 750 kasus dibandingkan sebelumnya 175 kasus," katanya.

Ia menyatakan edukasi penerapan PHBS ini sangat penting dalam menekan kasus diare dan ISPA ini, karena kondisi cuaca panas berdebu ditambah pola makan yang tidak sehat memicu berbagai penyakit berbasis lingkungan.

"Kami berharap para ibu-ibu yang memiliki balita tidak membuang kotoran pampers bayinya sembarangan. Kalau dibuang di tempat pembuangan biasa artinya masih Buang Air Besar (BAB) sembarangan dan ini salah satu pemicu diare," katanya.

Ia berharap masyarakat untuk selalu mengkonsumsi air putih, mencuci tangan sebelum mengkonsumsi makanan, dan memastikan membeli makanan yang dijajakan pedagang dalam kondisi tertutup, bersih, dan sehat.

"Kami berharap para pedagang makanan menutup atau membungkus makanan yang dijualnya, agar makanan tersebut tidak hinggapi lalat, terpapar debu dan lainnya yang dapat menimbulkan berbagai penyakit kepada konsumen," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.