Dinkes Kaltim perkuat peran bidan guna tekan angka kematian ibu dan bayi - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong penguatan kompetensi dan peran profesi bidan guna menekan angka kematian ibu dan bayi di seluruh wilayah di daerah itu.
"Profesi bidan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil, sekaligus penentu awal dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa.
Peningkatan kapasitas dan peranan tenaga kebidanan tersebut disosialisasikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat provinsi.
Langkah penguatan layanan kesehatan reproduksi ini menjadi sangat krusial menyusul masih tingginya laporan mengenai kasus fatalitas kehamilan di Kaltim.
"Pada semester I tahun 2026 pemerintah daerah telah mencatat setidaknya terdapat 32 kasus kematian ibu yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota," ujarnya.
Tingginya risiko keselamatan tersebut, lanjutnya, menuntut para tenaga kesehatan untuk terus menggencarkan edukasi promotif serta langkah preventif secara langsung ke tengah warga.
Pemenuhan gizi seimbang sejak masa awal kehamilan hingga optimalisasi pemeriksaan rutin, kata dia, menjadi pilar dalam mencegah potensi komplikasi persalinan berisiko tinggi.
"Sinergi pembinaan bersama pemerintah daerah akan memastikan setiap ibu memperoleh akses fasilitas pelayanan pemeriksaan medis yang aman dan berkualitas berkesinambungan," ucap Jaya.
Selain berperan menekan risiko fatalitas persalinan, kata dia, pengawasan ketat dari para bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) turut berkontribusi meminimalisasi potensi stunting pada balita.
Pihaknya berkomitmen memfasilitasi kebutuhan sarana medis di puskesmas maupun posyandu agar kinerja operasional bidan desa menjadi semakin optimal dan terjangkau.
"Pendeteksian dini terhadap faktor risiko kehamilan di lapangan sangat bergantung pada keaktifan komunikasi intensif antara bidan dan masyarakat binaannya," tegasnya.
Menurut Jaya, kolaborasi lintas sektor bersama institusi pendidikan kesehatan maupun kader penggerak kesejahteraan keluarga juga terus diperluas demi menjangkau pendampingan daerah pelosok.
Dia menambahkan integrasi pelayanan yang terpadu tersebut mampu mewujudkan ekosistem kesehatan reproduksi yang inklusif serta menjamin perlindungan bagi seluruh lapisan masyarakat prasejahtera.
"Melalui dedikasi tinggi para bidan ini, kami optimistis target percepatan penurunan angka kematian ibu di Kalimantan Timur dapat tercapai maksimal," ucap Jaya Mualimin.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.