Dinkes Gunungkidul imbau masyarakat wapadai gangguan kesehatan di musim
Dinkes Gunungkidul imbau masyarakat wapadai gangguan kesehatan di musim "bediding"
Minggu, 23 Agustus 2026 19:30 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono. (ANTARA/HO-Dok Pribadi Ismono)
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ginungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai gangguan kesehatan khususnya terkait persendian dan pernapasan yang lazim ditemukan saat musim kemarau dengan kondisi cuaca dingin atau dikenal masyarakat setempat sebagai "bediding".
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono di Gunungkidul, Minggu, mengatakan perubahan musim, terutama dampak El Nino, menyebabkan suhu dan cuaca di Kabupaten Gunungkidul pada malam hari relatif lebih dingin sehingga dapat memicu munculnya gejala gangguan persendian pada sebagian orang.
"Kebanyakan yang ditemukan itu persendian, atau namanya asam uratnya kambuh lah," katanya.
Selain gangguan persendian, berdasarkan pengamatan Dinkes, banyak pasien di puskesmas maupun rumah sakit yang mengeluhkan penyakit batuk, flu, dan gangguan pernapasan.
"Ini juga perubahan pancaroba, biasanya batuk pilek dan gangguan pernapasan, rata-rata seperti itu," ujarnya.
Ia memastikan penyakit yang banyak muncul selama musim kemarau ekstrem merupakan penyakit yang lazim ditemukan dan hingga kini belum ada penyakit khusus yang ditemukan secara masif oleh dinkes.
"Memang itu penyakit rutin aja biasa seperti itu kalau musim-musim seperti ini," katanya.
Terkait kenaikan jumlah kasus, pihaknya belum mendapatkan laporan secara terperinci yang rata-rata pasien dengan gangguan persendian tersebut berusia di atas 60 tahun.
Selain itu, lanjut dia, musim "bediding" juga berpotensi menyebabkan keluhan pada pasien dengan riwayat asma kambuh.
"Kalau untuk gangguan pernapasan dan influenza menyerang di segala umur," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa tidak enak badan segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat agar kondisi yang dialami tidak semakin parah.
"Untuk obat-obatan masih ter-cover, stok untuk obat pelayanan kesehatan dasar insyaallah ini masih aman," ujarnya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026