Dinas PUPR Mimika bangun fasilitas MCK untuk warga asli Papua - ANTARA News Papua Tengah

Timika (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah tahun ini membangun lebih dari 20 fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) untuk warga asli Papua di wilayah pesisir.

Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Mimika Awaludin Sully di Timika, Kamis, mengatakan pembangunan fasilitas MCK itu bersumber dari anggaran otonomi khusus (Otsus) Papua senilai Rp4 miliar.

"Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak rumah masyarakat kita belum memiliki MCK yang memadai. Mengingat sumber anggaran ini dari dana Otsus Papua maka fasilitas tersebut diperuntukkan kepada masyarakat asli Papua sehingga pemanfaatan dana itu tepat sasaran," kata Awaludin.

Ia menjelaskan lokasi pembangunan fasilitas MCK berada di Kampung Tipuka dan Mware Distrik Mimika Timur, Kampung Pigapu Distrik Iwaka, dan Kampung Kamoro Jaya Distrik Wania.

Jumlah fasilitas MCK yang dibangun di setiap kampung itu rata-rata sebanyak delapan hingga sembilan unit. Setiap keluarga nantinya akan mendapatkan satu unit MCK.

Awaludin mengatakan dirinya bersama staf sudah turun langsung melakukan survei sekaligus mengecek kondisi rumah warga asli Papua di sejumlah kampung itu dan ternyata warga sangat membutuhkan fasilitas tersebut.

"Saya bersama tim turun ke jalur selatan Kampung Kamoro Jaya di mana terdapat pemukiman warga asli Papua dari Suku Kamoro. Mereka sangat membutuhkan fasilitas MCK. Begitu juga di Iwaka dan lain-lain, warga membutuhkan fasilitas MCK yang bagus dan sehat," tuturnya.

Adapun data penerima manfaat bantuan MCK tersebut sudah dikantongi Dinas PUPR Mimika.

Ia berharap penerima manfaat nantinya menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun pemerintah untuk kepentingan jangka panjang. Proses pembangunan fasilitas MCK tersebut segera dilakukan mulai pekan depan dengan target akan rampung dua bulan ke depan.

"Tim kami sudah cek ke lapangan untuk memastikan bahwa keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan. Kami tidak membangun MCK untuk umum atau misalnya satu MCK digunakan untuk lima keluarga. Jadi, satu unit MCK untuk satu keluarga," jelas Awaludin.

Menurut dia, penyediaan fasilitas MCK di sejumlah kampung (desa) tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Mimika dalam menurunkan angka stuting dan upaya penyehatan lingkungan.

"Kalau masyarakat tidak punya MCK, maka sudah pasti mereka tidak punya sanitasi yang baik. Nanti yang terjadi orang buang air besar sembarang (BABS) sehingga bisa memicu pencemaran lingkungan, anak-anak bisa mengalami diare dan gangguan kesehatan lainnya yang memicu terjadi stunting," jelas Awaludin.
 

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.