◐

Dexa Group: Kepastian Halal Mendukung Akses Produk ke Pasar Global

Sabtu, 26 September 2026, 10:48 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Dexa Group mengungkapkan bahwa penerapan sistem jaminan produk halal memiliki relevansi dengan upaya memperluas akses produk ke pasar internasional. Kepastian halal dapat menjadi bagian dari nilai tambah produk, khususnya dalam menjawab kebutuhan pasar dan konsumen di negara dengan populasi umat muslim.

Melalui PT Ferron Par Pharmaceuticals, produk Dexa Group telah dipasarkan dan diekspor ke berbagai negara. Ferron secara langsung mengekspor 16 SKU, ke negara Polandia, Belanda, dan United Kingdom.

Selain itu, Ferron juga memproduksi 105 SKU produk ekspor di fasilitas Ferron di Cikarang. Hal ini menunjukkan peran Ferron tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mendukung akses produk Dexa Group ke pasar global.

Atas konsistensinya pada pemenuhan halal, PT Ferron Par Pharmaceuticals meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian RI untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Dexa Group dalam menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Hingga saat ini, seluruh fasilitas produksi dan produk Dexa Group telah tersertifikasi halal. Komitmen ini membawa pesan kepada masyarakat: Halal Terjaga, Kualitas Tepercaya.

IHYA 2026 menjadi bagian dari perjalanan Dexa Group dalam menjaga standar halal dan kualitas, beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan kebutuhan industri, serta terus memperkuat kapabilitas untuk mendukung daya saing di pasar nasional dan global.

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita di acara Penganugerahan IHYA 2026, di Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026) mengatakan, pengembangan industri halal merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri nasional dan memenangkan persaingan ekonomi global.

Menurutnya, potensi industri halal terus berkembang seiring besarnya pasar muslim dunia. Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2025–2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia pada enam sektor ekonomi syariah telah mencapai sekitar USD2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD3,6 triliun pada 2029.

“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus Gumiwang.

Penguatan industri halal juga perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029 yang menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal global.

Baca Juga: Wajib Halal Diperluas Oktober, Bahan Baku Jadi Ujian Industri RI

Baca Juga: Pasar Halal RI Hampir Rp6.000 Triliun, Menperin: Industri Lokal Jangan Cuma Jadi Pasar

Komitmen tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Dexa Group dalam mengembangkan industri farmasi. Dexa Group telah mengimplementasikan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sejak 2019. Hingga saat ini, lebih dari 1.800 SKU produk serta seluruh fasilitas produksi Dexa Group telah tersertifikasi halal.

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Bapak Benny Sutisna Suwarno mengatakan, penghargaan IHYA 2026 menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap konsistensi Dexa Group dalam membangun industri farmasi yang memenuhi kaidah halal.

“Kami sangat bersyukur bahwa Dexa Group yang tahun ini diwakili oleh PT Ferron mendapatkan penghargaan IHYA dari Kemenperin. Ini sebagai bukti bahwa Dexa Group menjadi salah satu pionir dalam industri halal, khususnya di industri farmasi. Ini juga menjadi bentuk pembuktian bahwa apa yang telah kita usahakan mendapat apresiasi dari pemerintah,” kata Benny.