Demi Turuti Sarwendah, Ruben Onsu Rela Keluar Miliaran hingga Pinjam Bank untuk Renov Rumah
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memunculkan fakta baru soal rumah yang kini ditempati mantan istri dan anak-anaknya.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan rumah tersebut dibeli dari hasil kerja kerasnya dan sertifikatnya juga atas nama dirinya.
Tak hanya itu, Ruben disebut rela menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis, bahkan sampai mengajukan pinjaman bank, demi mewujudkan renovasi rumah yang diinginkan Sarwendah saat keduanya masih berumah tangga.
Menurut Minola, pada awalnya Ruben sebenarnya belum memiliki rencana untuk merenovasi rumah tersebut. Namun, keinginan Sarwendah yang begitu besar membuat renovasi akhirnya tetap dilakukan.
"Ada keinginan begitu besar dari S yang ingin terus menerus rumah direnovasi. Dan yang menjadi kontraktor renovasi itu adalah orangtua S sendiri," kata Minola dalam tayangan YouTube Intens Investigasi.
Baca Juga: Pacar Sarwendah Gengsi? Followers Turun, Bisnis Kena, Masih Ogah Minta Maaf ke Ruben Onsu
Untuk membiayai renovasi itu, Ruben bahkan disebut menggadaikan sertifikat rumah ke bank. Dari pinjaman tersebut, ia memperoleh dana sekitar Rp10,5 miliar. Sementara itu, total uang yang dikeluarkan Ruben dari kantongnya sendiri untuk biaya renovasi melampaui Rp11 miliar.
Minola mengungkapkan pembayaran kepada kontraktor dilakukan secara bertahap dan rutin.
"Ditransfer Rp250 juta, dan transferannya itu rutin, sebanyak 41 kali transferan. Ada sih bulan-bulan tertentu yang tidak senilai Rp250 juta, sekitar Rp180 juta," ujarnya.
Di sisi lain, Ruben juga masih harus menanggung cicilan kredit rumah yang nilainya tidak sedikit setiap bulan.
"Ruben terus membayar KPR nya sampai kemarin per bulannya Rp379 juta, sampai Ruben memutuskan menunda pembayaran," ungkap Minola.
Ia pun mempertanyakan mengapa seluruh kewajiban pembayaran kini seolah hanya dibebankan kepada Ruben, padahal proses pengajuan kredit tersebut, menurutnya, diketahui oleh kedua belah pihak.
"Kalau pun dianggap Ruben punya utang pada BCA yang belum diselesaikan, dan kini terancam dilelang, itu Ruben (renovasi) atas keinginan siapa? Meskipun Ruben bilang jangan buru-buru," sentil Minola.
Minola juga menegaskan bahwa pengajuan kredit dengan jaminan sertifikat rumah tidak mungkin dilakukan tanpa persetujuan kedua pihak.
"Tidak akan mungkin orang bank akan memberikan persetujuan kredit kalau tidak ada ditanda tangani kedua belah pihak. Kenapa sekarang kewajiban itu hanya dialihkan ke Ruben sendiri?" tanyanya.
Baca Juga: Komnas Anak Semprot Giorgio Antonio, Sarwendah Ikut Ditegur soal Anak
Karena itu, Ruben disebut pernah menyampaikan bahwa apabila Sarwendah ingin mengklaim rumah tersebut sebagai miliknya, maka bukan hanya sisa cicilan yang harus diselesaikan, tetapi juga seluruh dana yang telah dikeluarkan Ruben selama proses pembelian dan renovasi.
Menurut Minola, sikap Ruben juga didorong kekhawatirannya terhadap pemahaman anak-anak mereka di masa depan mengenai asal-usul rumah tersebut.
"Ruben nggak mau anak-anaknya diinformasikan yang salah, selama ini Ruben khawatir, anak-anaknya paham nggak apa yang terjadi? Anaknya paham nggak ada uang nafkah? Ruben khawatir kalau suatu saat, sesuatu yang diusahakan oleh Ruben untuk anaknya itu dikatakan ini hasil mamanya sendiri," tambah Minola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.