◐

Dari Hulu untuk Citarum: Komitmen AGP Menjaga Gunung Wayang dan Kehidupan di Sepanjang Citarum |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Upaya menjaga Sungai Citarum bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Persoalan lingkungan di sepanjang sungai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kawasan hulu dan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, Artha Graha Peduli (AGP) mulai terlibat dalam program Citarum Harum sejak 3 Desember 2017. Keterlibatan tersebut dimulai dari kawasan hulu Citarum, khususnya di sekitar Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan kaki Gunung Wayang.

Dari Hulu, Bersama Masyarakat

Sejak awal, AGP melihat bahwa upaya pemulihan Citarum tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan sungai. Kondisi lingkungan di hulu perlu diperbaiki, sementara masyarakat yang tinggal di sekitarnya juga perlu dilibatkan dan diberdayakan.

Berbagai kegiatan kemudian dijalankan secara bertahap. Mulai dari edukasi lingkungan kepada masyarakat, penyediaan dan pembibitan bibit tanaman, penanaman pohon, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam aspek pemberdayaan, AGP melalui Bank Artha Graha turut mendukung masyarakat di sekitar Situ Cisanti melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk bagi petani di Desa Tarumajaya yang terdampak revitalisasi Citarum.

AGP juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan pola pertanian yang tidak hanya bergantung pada tanaman sayuran semusim. Pengembangan tanaman keras dan pola multikomoditas diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu menjaga fungsi lingkungan.

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah Program Adopsi Pohon. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, sekitar 6.370 pohon telah diadopsi oleh 765 warga. Jenis tanaman yang dikembangkan cukup beragam, antara lain nangka, trembesi, jengkol, mahoni, jambu biji, akar wangi, petai dan sirsak.

Selain kegiatan penghijauan, AGP juga melakukan pembinaan kepada kelompok tani, termasuk dalam pengembangan budidaya kopi sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat.

Mengapa Citarum?

Citarum memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat. Sungai ini berkaitan dengan kebutuhan air, pertanian, pembangkit listrik, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

DAS Citarum sendiri membentang dari kawasan Gunung Wayang di bagian hulu hingga Muara Gembong. Karena itu, menjaga Citarum tidak hanya berarti menjaga aliran sungainya, tetapi juga menjaga kawasan yang menjadi sumber dan penyangga alirannya.

Bagi AGP, alasan tersebut menjadi dasar untuk memulai kegiatan dari hulu.

“Kalau ingin menjaga Citarum, kita harus menjaga sumbernya.”

Gunung Wayang dan Hulu Citarum

Keterlibatan AGP di kawasan kaki Gunung Wayang telah dimulai sejak awal program Citarum Harum pada 3 Desember 2017. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kawasan hulu Citarum, khususnya di sekitar Situ Cisanti dan Desa Tarumajaya.

Kegiatan yang dilakukan mencakup penanaman dan pemeliharaan pohon, pembibitan, rehabilitasi lahan, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan kegiatan pertanian yang dapat berjalan berdampingan dengan upaya konservasi.

Dalam pelaksanaannya, AGP juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI/Satgas Citarum, masyarakat, komunitas hingga akademisi.

Bagi AGP, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat. Masyarakat justru menjadi bagian penting dari upaya menjaga lingkungan. Sebab, keberlanjutan program konservasi sangat bergantung pada bagaimana masyarakat ikut menjaga dan merawatnya dalam jangka panjang.

Menjaga dari Sumbernya

Gunung Wayang memiliki posisi penting dalam ekosistem hulu Citarum. Di kawasan tersebut terdapat Situ Cisanti yang menjadi salah satu titik penting awal aliran Sungai Citarum dan berkaitan dengan tujuh mata air.

Karena itu, menjaga Gunung Wayang memiliki arti yang lebih luas. Bukan hanya menjaga kawasan pegunungan, tetapi juga menjaga sumber air dan keberlanjutan Citarum.

Bagi AGP, konservasi bukan sekadar menanam pohon. Yang lebih penting adalah memastikan pohon tersebut tumbuh, masyarakat mendapatkan manfaat, dan kawasan tetap terjaga.

Dari hulu inilah upaya menjaga Citarum dimulai. Menjaga Gunung Wayang berarti menjaga sumber air. Menjaga Citarum berarti menjaga kehidupan.