Daop Jember bangun 96 JPL perkuat keselamatan di perlintasan - ANTARA News Jawa Timur

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Jawa Timur, membangun 96 jalur perlintasan langsung (JPL) yang telah melalui proses verifikasi untuk memperkuat keselamatan di perlintasan kereta api.

"Dari jumlah tersebut, 10 titik telah ditetapkan sebagai prioritas dan saat ini sedang dalam pembangunan, sehingga pihak KAI menargetkan 10 JPL prioritas tersebut dapat mulai beroperasi pada awal Oktober 2026," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro di Jember, Sabtu.

Menurut dia, keselamatan di perlintasan kereta api menjadi perhatian serius untuk menekan risiko kecelakaan dan kejadian temperan antara kereta api dengan kendaraan maupun pengguna jalan, sehingga langkah itu menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 9 Jember untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api

"Sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang beraktivitas dan melintas di sekitar jalur kereta api. Peningkatan keselamatan di perlintasan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda, mengingat perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang memiliki potensi risiko apabila tidak digunakan dengan disiplin dan sesuai aturan," tuturnya.

Ia mengatakan keselamatan adalah prioritas dalam perjalanan kereta api, sehingga pembangunan JPL merupakan salah satu langkah nyata KAI untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan karena pihaknya tidak ingin menunggu sampai terjadi korban, sehingga langkah pencegahan harus terus dilakukan.

Cahyo menjelaskan 10 titik yang menjadi prioritas pembangunan tersebar di wilayah Pasuruan sebanyak satu titik, kemudian di Kabupaten/Kota Probolinggo sebanyak tiga titik, di Kabupaten Lumajang sebanyak satu titik, dan sebanyak lima titik di Kabupaten Jember.

"Adapun lima titik lainnya berada di Kabupaten Jember, yakni JPL 85 KM 161+544 antara Jatiroto–Tanggul, JPL 170 KM 207+129 antara Arjasa–Kotok, JPL 114 KM 179+933 antara Bangsalsari–Rambipuji, JPL 9 KM 05+440 antara Kalisat–Ledokombo, serta JPL 23 KM 11+504 antara Ledokombo–Sempolan," katanya.

Setelah 10 titik prioritas tersebut maka pembangunan dilanjutkan secara bertahap pada 86 titik lainnya hingga seluruh 96 titik yang telah diverifikasi mendapatkan penanganan sesuai prioritas dan kesiapan masing-masing lokasi.

"Tidak hanya membangun JPL, KAI juga telah menyiapkan sumber daya manusia yakni sebanyak 400 orang telah direkrut untuk mendukung kebutuhan pengelolaan 96 JPL tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, tercatat sebanyak 19 kejadian kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak terjaga pada 2025 dan empat kecelakaan pada 2026, sehingga diharapkan angka kecelakaan di perlintasan dapat ditekan.

Melalui pembangunan 96 JPL, penyiapan 400 SDM, peningkatan fasilitas, pengawasan, edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman dan berkelanjutan.

"Keselamatan di perlintasan bukan hanya tentang palang pintu dan petugas, tetapi juga tentang kedisiplinan setiap orang untuk berhenti dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api," katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.