Daftar Pemenang Asia Micro Film Festival 2026, Termasuk Rancage dan Pulang
Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah sineas Indonesia berhasil menorehkan prestasi dalam Kompetisi Film Inspiring Indonesia 2026. Setelah melewati persaingan ketat pada Regional Screening & Awarding di Jakarta, para pemenang akan melaju ke tingkat Asia dalam rangkaian Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 dan berpeluang tampil di Grand Final di Manila, Filipina.
Regional Screening & Awarding Inspiring #inspiringindonesia 2026 diselenggarakan di Ice Palace Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/9/2026). Ajang kolaborasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good tersebut mempertemukan karya-karya film pendek yang mengangkat kisah pemberdayaan komunitas.
Tahun ini, Inspiring Indonesia Film Festival mengusung tema "Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving". Tema tersebut mendorong sineas untuk menghadirkan cerita tentang komunitas akar rumput sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah inisiatif dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Persaingan di antara para finalis berlangsung ketat hingga juri memutuskan memberikan gelar juara bersama pada kategori Best Micro Film. Kategori ini dimenangkan film Ruang Antara garapan rumah produksi Feugee, dan film memBEKAS besutan sutradara Heru Purwanto.
"Tadi sebenarnya pas mengobrol sulit sekali ya menentukan pemenang karena skornya ketat. Makanya ada pemenang bersama," ujar Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio.
Penggunaan AI dalam Film
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346642/original/051228300_1789187724-1000634164.jpg)
Perbesar
Nurdini Prihasti, Founder Dama Kara, yang juga bertindak sebagai juri, menegaskan bahwa kualitas film tidak hanya dilihat dari aspek visual. Kekuatan cerita, pesan, hingga kemampuan karya untuk mendorong penonton melanjutkan atau mengembangkan sebuah inisiatif turut menjadi pertimbangan.
"Banyak sekali poin yang dinilai, bukan cuma sekadar sinematografi. Bagaimana film itu menceritakan community empowerment seperti tema tahun ini. Ada banyak hal yang dinilai, serta setiap inisiasi yang dikembangkan, kita ingin film ini bisa membuat orang yang menonton mengembangkan inisiasi yang sudah dilakukan," paparnya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian tahun ini adalah hadirnya kategori Best AI Film Award. Kategori tersebut memberi ruang bagi sineas untuk memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai bagian dari proses kreatif dalam membuat film pendek.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
"Kita melihat AI ini dilihat sebagai tools ya. Kita jadikan ini salah satu cara agar teman-teman di Indonesia bisa berekspresi. Memang di beberapa negara tidak menjadikan AI ke dalam kategori. Tapi kita lihat AI ini justru menjadi tools," tutur Head of Program Campaign for Good, Ahmad Aziz. Kategori Best AI Film Award dimenangkan Dika Karan lewat film pendek Pulang (Homecoming). Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi baru dapat digunakan untuk memperluas cara sineas menyampaikan cerita tanpa menghilangkan sentuhan manusia. "Menurut saya AI hanya alat bantu. Jadi di balik itu ada manusia yang mengendalikan. Untuk rasa, memori, shot yang indah, tetap dari manusia yang mengendalikan. Itu hanya alat bantu untuk berkarya," jelas Dika.