CIA Fest 2026 Angkat Hak Baca Anak di Wilayah Terdampak Bencana

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi tersebut memperkuat perlindungan anak dalam penggunaan layanan digital, termasuk pengaturan usia dan akses.

Perlindungan di ruang digital dinilai perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan sumber informasi yang aman dan sesuai usia. Bacaan fisik dan media yang sesuai dengan tahap perkembangan anak tetap menjadi bagian penting dalam menjaga akses terhadap informasi.

Selama lebih dari 16 tahun, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Majalah Imajinatif, Seru, Orisinal (ISO) menghadirkan bacaan cetak bagi anak. Pendiri Majalah CIA dan ISO, Stefanie Augustin, menilai perlindungan anak perlu dibangun bersama dengan ekosistem literasi yang kuat.

“Melindungi anak dari risiko ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi akses. Anak tetap membutuhkan ruang untuk membaca, bertanya, menemukan pengetahuan, dan membangun cara berpikir. Karena itu, perlindungan anak perlu berjalan bersama dengan pemenuhan akses terhadap bacaan yang aman dan sesuai tahap perkembangannya,” ujar Stefanie.

CIA Fest 2026 Dorong Gerakan Hak Baca Anak

Gagasan tersebut sejalan dengan gerakan Hak Baca Anak yang diusung Majalah CIA untuk mendorong kesadaran bahwa akses terhadap bacaan berkualitas merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Implementasi gerakan tersebut hadir melalui CIA Fest 2026 yang akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, CIA Fest mempertemukan keluarga, komunitas, media, dan masyarakat umum untuk berkumpul sekaligus merayakan literasi secara utuh.

CIA Fest 2026 menjadi ruang untuk memperkuat gerakan literasi sekaligus mengangkat pentingnya hak baca anak, termasuk bagi mereka yang berada di wilayah terdampak bencana. Melalui tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, festival ini mengajak anak-anak dan masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kepedulian dan aksi nyata.

Tahun ini, CIA Fest mengangkat tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”. Tema tersebut mengajak anak-anak untuk berperan dalam mendukung teman sebaya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Dalam situasi pascabencana, pemulihan anak tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Keberlanjutan proses belajar dan akses terhadap bacaan juga perlu mendapat perhatian. Ketika bahan bacaan sulit dijangkau, salah satu sumber pengetahuan anak ikut terputus.

Donasi CIA Fest Disalurkan dalam Bentuk Bacaan Anak

Karena itu, penggalangan dana dalam rangkaian CIA Fest 2026 akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Upaya tersebut juga berangkat dari kondisi sebelum bencana, ketika masih banyak anak yang belum mendapatkan hak baca secara optimal akibat minimnya serta tidak meratanya akses terhadap bahan bacaan cetak.

Melalui CIA Fest 2026, anak-anak tidak hanya diajak mendapatkan tambahan pengetahuan, tetapi juga memahami berbagai persoalan nyata di sekitarnya. Mereka didorong untuk memiliki perhatian terhadap sesama, membangun pendirian dalam menentukan sikap, serta mengambil bagian melalui aksi nyata yang bermakna.