Bursa Eropa Flat, Saham Novartis Anjlok ke Level Terburuk
Bursa saham Eropa bergerak nyaris datar pada penutupan Selasa 8 September 2026 waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang membuat investor berhati-hati.
Saham Novartis menjadi sorotan setelah perusahaan farmasi Swiss itu mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah akibat kegagalan pengembangan obat eksperimental.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,05 persen atau 0,30 poin ke level 649,60.
Bursa regional bergerak variatif. DAX Jerman naik tipis 1,10 poin ke 26.007,63, sedangkan CAC 40 Prancis menguat 0,14 persen atau 11,83 poin menjadi 8.317,98. Sebaliknya, FTSE 100 Inggris turun 0,10 persen atau 10,47 poin ke 10.811,66.
Indeks acuan Swiss merosot 1,6 persen, tertekan terutama oleh saham Novartis yang anjlok 10,9 persen. Penurunan terjadi setelah obat eksperimental perusahaan untuk gangguan penyusutan otot gagal dalam uji klinis tahap akhir. Sehari sebelumnya, Novartis juga mengumumkan kegagalan obat kolesterol dalam studi tahap akhir.
Di sisi lain, sektor energi menguat 0,6 persen seiring harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar Dolar AS 98 per barel. Harga minyak melonjak setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang fasilitas energi dan sejumlah kota di Arab Saudi.
Serangan tersebut memicu kekhawatiran konflik Timur Tengah meluas dan mengganggu pasokan energi global. Kenaikan harga minyak sekaligus kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi dan mendorong aksi jual di pasar obligasi global.
Saham pertambangan juga menguat mengikuti kenaikan harga tembaga. Boliden, Antofagasta, dan KGHM masing-masing melonjak 4,6 persen hingga 6,3 persen, sementara indeks pertambangan Eropa naik 2 persen.
Dari sisi ekonomi, ekspor Jerman secara tak terduga turun pada Juli. Pelemahan pengiriman ke negara-negara Uni Eropa dan China menunjukkan pemulihan ekonomi berbasis perdagangan di negara dengan ekonomi terbesar Eropa itu masih rapuh.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Investor memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Kamis. Pasar masih memperhitungkan satu kenaikan tambahan hingga akhir tahun dan satu lagi pada 2027.
Analis ING menilai kenaikan suku bunga setelah September dapat membawa kebijakan ECB dari tahap "asuransi" menuju wilayah yang benar-benar restriktif. Namun, mereka menilai data ekonomi saat ini belum cukup mendukung langkah tersebut dan pasar berpotensi meremehkan risiko pengetatan berlebihan terhadap obligasi Eropa.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting setelah laporan ketenagakerjaan AS lebih kuat dari perkiraan dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Sementara itu, Kion Group melonjak 6,8 persen setelah Citi menaikkan rekomendasi saham produsen forklift asal Jerman tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral". Citi menilai industri kendaraan pengangkut material berpotensi memasuki titik balik siklus.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.