Bupati Temanggung ingatkan pentingnya pohon untuk kelestarian alam
Bupati Temanggung ingatkan pentingnya pohon untuk kelestarian alam
Sabtu, 11 Juli 2026 05:33 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan sambutan pada pembinaan dan pengawasan tata kelola keuangan desa di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan memanfaatkan momentum tradisi Merti Dusun Desa Cemoro, Wonoboyo, untuk mengajak warga menjaga kelestarian alam, karena warga yang tinggal di daerah pegunungan punya tanggung jawab lebih besar untuk menjaga pohon tetap tumbuh agar tidak terjadi bencana.
"Karena kita sebagai masyarakat yang hidup di wilayah pegunungan tidak mungkin bisa hidup jauh dari lingkungan dan pohon. Apalagi para leluhur memberikan nama 'Cemoro' itu penuh makna agar kita mendapat kenyamanan dan kesejukan. Jangan sampai nama Cemoro ini hanya jadi simbol, tanpa dibarengi pelestarian alam," katanya di Temanggung, Jumat.
Setyawan mengingatkan, kelalaian dalam merawat alam pegunungan akan berdampak langsung pada penurunan hasil pertanian setempat. Selain itu juga memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang berdampak kepada masyarakat di kawasan hilir.
Terkait pengelolaan lahan, ia menyampaikan pesan dari Perum Perhutani KPH Kedu Utara mengenai penguatan kesadaran hukum kehutanan. Ia meminta masyarakat yang memanfaatkan lahan negara tersebut untuk mengedepankan tanaman tegakan (pohon berkayu keras) ketimbang tanaman semusim.
Salah satunya melalui penerapan sistem agroforestry atau tumpang sari di bawah tegakan hutan, dengan memilih komoditas kopi sebagai tanaman alternatif. Karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus efektif dalam mendukung fungsi konservasi hutan.
"Jadi, saya minta tolong kepada masyarakat Cemoro untuk mulai dikembangkan dan ditingkatkan tanaman tegakan. Jangan sampai desanya sudah diberi nama para leluhur Cemoro, tapi lingkungannya gundul tidak ada tanaman tegakan. Ini demi masa depan anak cucu kita," katanya seraya menyerahkan bibit tanaman tegakan.
Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, nama Desa Cemoro diambil dari keberadaan sepasang pohon cemara legendaris yang tumbuh di dua dusun terpisah. Pohon di Dusun Cemoro Barat diyakini sebagai representasi perempuan, sedangkan di Dusun Cemoro Timur menjadi representasi laki-laki.
Tradisi Merti Dusun dan Nyadran di desa lereng gunung Prahu ini berlangsung meriah dengan melakukan kirab Tumpeng Agung hasil bumi. Selain itu, warga melakukan penyembelihan kambing untuk dimasak bersama sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Pemkab Temanggung mulai bangun SPAM untuk tiga desa
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.