Bupati Madina tekankan tiga fondasi kepemimpinan organisasi mahasiswa - ANTARA News Sumatera Utara
Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Saipullah Nasution menekankan tiga fondasi utama kepemimpinan dalam organisasi kemahasiswaan, yakni integritas, progresivitas, dan tanggung jawab untuk mewujudkan visi dan misi organisasi.
“ Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, popularitas, ataupun kemampuan memberikan instruksi. Kepemimpinan adalah tentang integritas dalam bersikap, keberanian dalam mengambil keputusan, serta tanggung jawab atas setiap amanah yang dipercayakan,” kata Saipullah saat membuka Seminar Pelatihan Dasar Kepemimpinan Senat Mahasiswa STAIN Mandailing Natal di Kampus STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (27/10).
Dalam kegiatan yang mengusung tema Membentuk Jiwa Kepemimpinan yang Berintegritas, Progresif dan Bertanggung Jawab dalam Mewujudkan Ormawa yang Berkualitas itu, Saipullah menjelaskan bahwa integritas tercermin dari keselarasan antara perkataan dan tindakan, kejujuran, serta kemampuan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, progresivitas menuntut organisasi kemahasiswaan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, berpikir kritis, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Adapun tanggung jawab kepemimpinan, menurut dia, diwujudkan melalui akuntabilitas, disiplin, dan komitmen dalam menuntaskan program kerja secara terukur, transparan, serta berorientasi pada hasil dan manfaat.
Saipullah mengatakan mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam melahirkan gagasan, mengawal kebijakan publik secara konstruktif, dan mendorong perubahan sosial yang positif.
Ia berharap organisasi kemahasiswaan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial dan rutinitas program kerja, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi, pengembangan gagasan, serta pembentukan calon pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas.
“Jadikan organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, ruang pembelajaran demokrasi, pusat pengembangan gagasan, serta tempat melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuannya menggerakkan orang lain, tetapi juga dari keteladanan, kemampuan membangun kepercayaan, dan kontribusi nyata dalam menghadirkan perubahan.
Kepada para peserta, Saipullah berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memperluas wawasan dan jejaring, meningkatkan kemampuan komunikasi, mengasah daya kritis, serta membangun semangat kolaborasi untuk mendukung kepemimpinan yang berkualitas.
Pewarta: Holik
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.