Bupati Kutim sebut pengembangan ekonomi di karst jaga keseimbangan alam - ANTARA News Kalimantan Timur

Karst Sangkulirang-Mangkalihat beberap hari lalu telah selesai dilakukan verifikasi tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi geopark alias taman bumi

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyebut bahwa pengembangan ekonomi di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat tetap menjaga keseimbangan alam, sehingga tiap pembangunan yang dilakukan harus memperhatikan ekosistem agar tidak rusak.

"Karst Sangkulirang-Mangkalihat beberap hari lalu telah selesai dilakukan verifikasi tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi geopark alias taman bumi," ujar Ardiansyah di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur, Selasa.

Meski masih menunggu penetapan dari pusat, namun setelah verifikasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Kutim sebagai kawasan yang memiliki nilai geologi, hayati, dan budaya baik nasional maupun internasional, sehingga akan berdampak dalam pengembangan wisata dan ekonomi kreatif.

Sedangkan saat menerima 396 mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda pada Senin (13/7) kemarin, ia juga mengatakan bahwa kekayaan alam di Kutim dikelola secara seimbang antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Kedatangan sebanyak 396 mahasiswa tersebut dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai langkah pengabdian kepada masyarakat. Mereka dijadwalkan mengabdi selama 40 hari atau hingga Agustus mendatang, di 41 desa/kelurahan yang tersebar pada 13 kecamatan.

"Kutim memiliki kekayaan alam luar biasa, maka pembangunan harus dilakukan secara bijaksana. Manusia harus hidup sejahtera, tetapi alam juga harus tetap lestari. Di sinilah pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi melalui mahasiswa KKN," kata bupati.

Selain karst yang sedang menuju geopark, bupati juga mengenalkan potensi besar lain di Kutim yang menurutnya layak disebut sebagai "magic land", karena memiliki kekayaan sumber daya alam lengkap mulai dari pegunungan, hutan, perkebunan, rawa, sungai, hingga laut.

Kabupaten Kutim memiliki garis pantai hampir 500 kilometer, kawasan bakau luas, tambang, lahan pertanian subur, hingga perkebunan dan kehutanan yang terjaga, sehingga mahasiswa KKN diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan mereka dalam pengelolaan sumber daya tersebut.

KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.

Untuk itu, KKN ia nilai menjadi momentum sebagai tempat menerapkan ilmu dari bangku kuliah, sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat secara langsung, karena di lapangan akan mendapat pemahaman bahwa teori dan praktik harus berjalan berdampingan.

"Melalui pelajaran berbagai persoalan di lapangan dan berdiskusi bersama, mereka akan mampu memberikan penyuluhan sederhana kepada petani, termasuk mengenai teknik budidaya tanaman kakao yang kini dikembangkan di Kutim," katanya.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.