◐

Bupati Karawang minta para camat gelar Shalat Istisqa - ANTARA News Megapolitan

Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta para camat menggelar Shalat Istisqa di daerah masing-masing sebagai bagian dari ikhtiar memohon turun hujan di tengah kondisi kemarau yang berdampak kekeringan.

"Kami akan membuat surat edaran agar seluruh camat di Karawang menggelar Shalat Istisqa bersama MUI kecamatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di masing-masing kecamatannya," kata dia di Karawang, Jawa Barat, Minggu.

Kemarau saat ini telah mengakibatkan sejumlah daerah dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air bersih. Selain itu, kekeringan juga mengancam produksi di areal persawahan.

Atas hal tersebut, jajaran pemerintah daerah terus berikhtiar agar hujan bisa segera turun, di antaranya dengan menggelar Shalat Istiqa di halaman Pemkab Karawang yang telah digelar beberapa hari lalu.

"Kita terus berupaya, berikhtiar dalam mengatasi dampak kemarau ini," katanya.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini masih terus mendistribusikan air bersih ke daerah yang dilanda krisis air bersih.

Pendistribusian air bersih ini juga dilakukan bersama berbagai pihak seperti Perumdam Tirta Tarum, Baznas, kalangan industri dan lain-lain.

Hingga saat ini, BPBD Karawang bersama dengan sejumlah pihak telah mendistribusikan lebih dari 1,5 juta liter air bersih ke sejumlah daerah yang dilanda kekeringan.

Air bersih itu di antaranya didistribusikan ke 24 desa yang tersebar di enam kecamatan sekitar Karawang, di antaranya Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pakisjaya.

Selain mendistribusikan air bersih, Pemkab Karawang juga telah berupaya mengatasi kekeringan yang dialami petani. Hal tersebut dilakukan dengan berkoordinasi ke BBWS dan PJT II Jatiluhur untuk melakukan normalisasi saluran irigasi.

Selain itu, pada tahun depan juga Pemkab Karawang berencana melakukan optimalisasi embung atau kolam buatan untuk menampung air hujan dan limpasan di wilayah selatan Karawang, sehingga air yang tertampung bisa dimanfaatkan petani saat kemarau.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.