Bulog sudah serap beras petani 4 juta ton dan tetap dilanjutkan
Purworejo (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan realisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri telah menembus 4 juta ton setara beras, bahkan capaian tersebut terus bertambah hingga hari ini.
Menurut Dirut Bulog di Purworejo, Jateng, Jumat, capaian tersebut menjadi hal yang membanggakan karena masih terdapat waktu sekitar tiga bulan untuk terus melakukan penyerapan gabah dan beras produksi petani.
"Ini suatu yang membanggakan kami karena capaian ini masih ada tiga bulan ke depan," ujarnya.
Menurut dia, sesuai arahan Presiden, Bulog tetap diperintahkan untuk menyerap gabah petani meskipun target penyerapan yang diberikan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) telah mencapai 100 persen.
"Ini suatu yang membanggakan kami karena capaian ini masih ada tiga bulan ke depan. Arahan Pak Presiden juga diperintahkan untuk tetap menyerap gabah petani walaupun sudah mencapai 100 persen dari tugas yang diberikan sesuai dengan Inpres kemarin," katanya.
Ia menegaskan Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri guna menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.
Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 memang mengatur pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk periode 2026-2029.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan target pengadaan Bulog sebesar 4 juta ton setara beras pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah dan mendukung produksi petani dalam negeri.
Baca juga: Dirut Bulog tegaskan siap kelola cadangan kedelai nasional
Baca juga: BP BUMN Apresiasi BULOG Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Baca juga: Bapanas minta Bulog perkuat pasokan beras premium di jaringan ritel
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.