Bulog Cianjur catat 5.645 KK tidak lagi menerima Banpang - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Kantor Cabang Perum Bulog Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sekitar 5.645 kepala keluarga di Cianjur tidak lagi menerima bantuan pangan (Banpang) 2026 setelah dilakukan pemutakhiran data. 

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad di Cianjur, Minggu, mengatakan perubahan jumlah penerima terjadi setelah pemerintah menggunakan data terbaru dalam menentukan masyarakat yang berhak mendapatkan Banpang. 

Dimana data tersebut disusun berdasarkan desil sehingga penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria atau tidak tepat sasaran dikeluarkan dari daftar penerima bantuan.

"penyaluran Banpang dengan skema terbaru akan mulai dilakukan pada Rabu 19 Agustus, dimana Kecamatan Cikalongkulon menjadi wilayah tahap awal penyaluran," katanya.

Penyaluran awal masyarakat yang masuk daftar Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan mendapatkan beras sebanyak 30 kilogram sekaligus, dimana bantuan tersebut merupakan alokasi tiga bulan Juli, Agustus, dan September.

Pola penyaluran berbeda dibandingkan bantuan pangan sebelumnya, dimana terdapat komoditi lain seperti minyak goreng dan lain-lain, kali ini hanya beras yang diberikan sebanyak 30 kilogram untuk tiga bulan.

Meski terdapat pengurangan penerima, pihaknya memastikan proses distribusi tetap dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Cianjur dengan target tuntas paling lambat akhir September.

"Bantuan diberikan secara gratis sehingga penerima tidak diminta membayar biaya dalam proses pengambilan atau pembagian beras, penerima diingatkan tidak menjual kembali beras bantuan tapi digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat segera melapor ketika terjadi pungutan atau kecurangan saat pembagian jatah Banpang di wilayahnya masing-masing, dimana setiap pendistribusian dikawal aparat kepolisian.
 

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.