Bulog-Bapanas akselerasi bantuan beras bagi 619.290 penerima di Riau
Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran bantuan pangan beras kepada 619.290 penerima bantuan pangan (PBP) di Provinsi Riau guna menjaga akses pangan dan perlindungan masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat di seluruh Indonesia termasuk daerah Riau.
"Perum Bulog bersama Bapanas terus mengakselerasi penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 di Provinsi Riau sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam menjaga akses pangan masyarakat," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Akselerasi penyaluran bantuan pangan lakukan langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman bersama Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Pemimpin Wilayah Bulog Riau dan Kepri Dani Satrio, di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Kegiatan itu turut dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau dan Jajaran Bapanas.
Kehadiran langsung pemerintah dalam proses penyaluran sebagai wujud komitmen untuk memastikan distribusi Bantuan Pangan Beras berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Provinsi Riau.
Rizal menyebutkan pada alokasi Juli-September 2026, bantuan pangan beras di Riau diperuntukkan bagi 619.290 penerima bantuan pangan (PBP) dengan total kuantum 18.578.700 kilogram beras.
Khusus Kota Pekanbaru, bantuan dialokasikan kepada 60.478 PBP dengan total 1.814.340 kilogram. Sementara itu, Kecamatan Marpoyan Damai memiliki 8.313 PBP dengan kuantum 249.390 kilogram, termasuk Kelurahan Tangkerang Tengah sebanyak 2.512 PBP dengan kuantum 75.360 kilogram beras.
Dari sisi realisasi, penyaluran bantuan pangan beras di Kota Pekanbaru alokasi Februari-Maret 2026 telah mencapai 100 persen, sedangkan alokasi Juli-September 2026 telah terealisasi 50 persen per 16 September 2026.
Penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 terus diakselerasi Bulog bersama Bapanas dan pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan serta akses pangan masyarakat.
Percepatan penyaluran tersebut dilakukan karena pemerintah memutuskan melanjutkan program bantuan pangan beras untuk alokasi Oktober-Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan pangan beras ditujukan bagi keluarga pada desil satu hingga desil empat sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial dan ketahanan pangan masyarakat.
"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, bantuan pangan ini terus disalurkan agar dapat diterima dan memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Rizal.
Melalui kolaborasi Bapanas dan Bulog, kata Rizal lagi, pemerintah terus memastikan penyaluran bantuan pangan beras berjalan optimal sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program hingga akhir tahun.
"Bulog berkomitmen menjaga ketersediaan stok, kualitas beras, dan kelancaran distribusi sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pangan pemerintah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Rizal.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan bantuan pangan beras merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat. Atas perintah Bapak Presiden, bantuan pangan disalurkan ke seluruh Indonesia untuk 33,4 juta penerima, termasuk di Provinsi Riau sebanyak 619 ribu penerima," kata Amran pula.
Baca juga: Bulog siap percepat penyaluran bantuan pangan bagi 33,2 juta penerima
Baca juga: Bulog salurkan 184,56 ton beras bantuan lewat laut ke Teluk Wondama
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.