BPS NTB menyebut progres pendataan Sensus Ekonomi mencapai 62,4 persen

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat progres pendataan lapangan Sensus Ekonomi telah mencapai 62,4 persen hingga pekan ketiga Juli 2026.

Kepala BPS NTB Wahyudin optimistis target seluruh pendataan rampung 100 persen sebelum 31 Agustus mendatang.

"Sejak pendataan lapangan dimulai pada 15 Juni hingga pekan ketiga Juli ini, progres pendataan mencapai 62,4 persen," ujar dia di Mataram, Kamis.

BPS NTB terus mendorong percepatan pelaksanaan sensus di seluruh kabupaten dan kota dengan tetap menjaga kualitas data yang dihimpun.

Wahyudin menuturkan capaian pendataan sensus di setiap daerah saat ini masih bervariasi. Kabupaten Dompu menjadi daerah dengan progres tertinggi mencapai 76,5 persen dan Kota Mataram menjadi yang terendah dengan capaian hanya 52,8 persen.

Sementara itu, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Bima mencatatkan progres pendataan juga di bawah 60 persen.

Kabupaten Dompu lebih dahulu menyasar pusat-pusat aktivitas ekonomi seperti pasar, pertokoan, dan sentra usaha. Strategi itu membuat sebagian besar pelaku usaha telah terdata pada tahap awal pelaksanaan sensus.

"Kalau pusat-pusat usaha tersebut didata lebih awal, tentu capaian Kota Mataram akan meningkat lebih cepat," ucap dia.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan nasional yang dilakukan BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi, karakteristik, dan potensi unit usaha nonpertanian di Indonesia sebagai landasan penyusunan kebijakan ekonomi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: BPS NTB menempuh pendekatan persuasif hadapi penolakan Sensus Ekonomi

Wahyudin mengungkapkan Epicentrum Mall memiliki sekitar 177 penyewa properti yang menjadi sasaran pendataan, sehingga berpotensi mendongkrak capaian Kota Mataram setelah seluruh proses pendataan selesai.

"Kami berharap seluruh daerah dapat menyelesaikan pendataan lebih awal, sehingga masih ada waktu untuk meningkatkan kualitas data. Kami kejar bukan hanya kecepatan, tetapi juga akurasi hasil sensus," pungkas dia.

Pewarta : Sugiharto Purnama dan Ady Ardiansah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026