BPOM: Produk
BPOM: Produk "wellness" harus teruji, bukan sekadar ikut tren
Minggu, 6 September 2026 11:55 WIB
Seorang pengunjung saat mencium aroma terapi produk wellness di Bali Collection, kawasan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). ANTARA/HO-KemenkopUKM
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan produk wellness seperti suplemen kesehatan, vitamin, serta penunjang nutrisi lain yang digunakan masyarakat harus teruji mutu, manfaat, dan keamanannya di tengah tren gaya hidup sehat.
"Kecantikan dan kesehatan bukan lagi kebutuhan pelengkap, itu investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat. Sebagai regulator, BPOM hadir untuk memastikan setiap produk yang beredar benar-benar teruji, bukan sekadar tren," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Syamsidar Thamrin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Syamsidar mengatakan BPOM berharap masyarakat maupun pelaku usaha dapat memanfaatkan ruang pertemuan industri wellness untuk melihat perkembangan produk kesehatan dan kosmetik yang telah memenuhi aspek mutu, manfaat, dan keamanan.
Baca juga: Enam tips mencapai gaya hidup wellness
Baca juga: Disparekraf: Wellness-Sport tourism potensial dikembangkan di Gunungkidul
Ia mengatakan Indonesia memiliki keunggulan berupa biodiversitas yang besar, sehingga bahan alam dalam negeri berpotensi menjadi nilai jual produk wellness di pasar global.
Syamsidar menekankan pengembangan produk berbahan alam perlu memperhatikan aspek alami, keberlanjutan, keamanan, dan manfaat bagi pengguna.
"Indonesia memiliki keunggulan biodiversitas yang besar dan bahan alam tanah air berpotensi menjadi nilai jual produk wellness di kancah global, dengan catatan produk yang ditampilkan benar-benar alami, berkelanjutan, ramah, dan bermanfaat bagi penggunanya," katanya.
Ia menyebut sektor kesehatan dan wellness global tercatat menembus lebih dari 52 miliar dolar AS pada tahun lalu, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Pesan tersebut disampaikan Syamsidar dalam pembukaan Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan, Jumat (4/9), yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.
Wellfest 2026 mengangkat tema The New Paradigm of Sustainable Living dan menghadirkan sejumlah sesi edukasi mengenai gaya hidup sehat berkelanjutan, termasuk pembahasan pengobatan tradisional China dan jamu Nusantara.
Ketua Penyelenggara Wellfest, Fauzy Harmoko mengatakan penyelenggaraan festival untuk ketiga kalinya menjadi tanggung jawab bagi pihaknya untuk menjaga standar acara, termasuk dalam kurasi peserta dan konten edukasi.
"Wellness Festival 2026 diselenggarakan untuk ketiga kalinya bukan hal yang bisa kami anggap biasa, itu tanggung jawab yang harus kami buktikan lewat setiap detail acara," katanya.
Wellfest 2026 berlangsung hingga 6 September 2026 dengan melibatkan pelaku usaha dan komunitas wellness dari berbagai sektor.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOM: Produk "wellness" harus teruji, bukan sekadar ikut tren
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026