BP3MI Kepri manfaatkan khutbah Jumat edukasi migrasi aman

Tanjungpinang (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau menggandeng Forum Komunikasi Mubaligh Kota Tanjungpinang untuk memberikan edukasi mengenai migrasi aman melalui khutbah Jumat dan kajian keagamaan.

Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol. Imam Riyadi di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan rumah ibadah dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang resmi dan aman.

"Melalui mimbar khutbah dan kajian rutin keagamaan, pesan tentang pentingnya menjadi migran aman dan bekerja ke luar negeri secara prosedural dapat disampaikan dengan lebih efektif, menyejukkan, dan mudah diterima," katanya.

Imam mengatakan BP3MI Kepri akan menyiapkan data dan perkembangan terkini mengenai penanganan warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai bahan penyusunan materi khutbah Jumat.

Menurut dia, penyampaian data dan fakta lapangan melalui tokoh agama diharapkan memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai risiko migrasi nonprosedural serta upaya pemerintah dalam melindungi pekerja migran.

"Kami ingin masyarakat semakin memahami hak-haknya dan tidak mudah terpengaruh bujuk rayu calo maupun sindikat penempatan PMI nonprosedural atau ilegal," katanya.

Imam berharap keterlibatan tokoh agama dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk memilih jalur penempatan kerja yang aman dan prosedural.

BP3MI Kepri mencatat sebanyak 2.948 PMI memperoleh layanan penempatan secara prosedural selama periode Januari hingga 12 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.862 orang merupakan warga Kepulauan Riau, sedangkan 1.086 lainnya berasal dari daerah lain yang memperoleh layanan penempatan melalui BP3MI Kepri.

Berdasarkan jenis pekerjaan, penempatan terbanyak antara lain sebagai juru mudi (able seaman) sebanyak 411 orang, juru las (welder) 365 orang, nakhoda (captain/master) 153 orang, pekerja pertanian (agricultural labour) 152 orang, dan mualim I (chief officer) 142 orang.

Singapura menjadi negara tujuan penempatan terbanyak dengan 1.357 PMI, disusul Malaysia 839 orang, Uni Emirat Arab 132 orang, Taiwan 124 orang, dan Serbia 95 orang.

Baca juga: Menteri P2MI gandeng HMI edukasi migrasi aman bagi anak muda

Baca juga: Wamen P2MI: APBN 2027 harus perkuat pelindungan pekerja Migran

Baca juga: KP2MI perkuat pelindungan PMI dari sebelum berangkat hingga pulang

Pewarta: Ogen
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.