Bos LPS: Masyarakat Tak Makan Tabungan, Perputaran Dana Lancar

ILUSTRASI. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan bahwa tak ada fenomena “makan tabungan” di tengah masyarakat (Dok/Kemenkeu)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Seiring pertumbuhan simpanan di perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan menegaskan bahwa tak ada fenomena “makan tabungan” di tengah masyarakat. 

“Enggak (melihat ada fenomena makan tabungan), semua masih tumbuh,” ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Selasa (28/7/2026). 

Menurutnya, itu terlihat dari tumbuhnya nilai simpanan di seluruh kelompok nominal. Dari situ, kata Anggito, terlihat bahwa sebetulnya sirkulasi dana di perbankan mendukung kegiatan ekonomi, khususnya di sektor rill. 

Baca Juga: BTN dan BSN Kuasai 74% Penyaluran FLPP Nasional hingga Juni 2026

Meski begitu, jika melihat data LPS per Mei 2026, sesungguhnya selama sebulan total simpanan di bawah Rp 100 juta turun 1,3% menjadi Rp 1.143,26 triliun. Pun jika ditarik sejak awal tahun, nilainya turun 0,1%. Namun dalam setahun, nilainya memang masih tumbuh 4,9%. 

Dalam sebulan itu simpanan antara Rp 100 juta–Rp 200 juta juga turun 0,2% menjadi Rp 473,6 triliun. Namun jika ditarik sejak awal tahun, nilainya masih tumbuh 0,3% dan dalam setahun tumbuh 4,5%. 

Dengan itu, Anggito memastikan bahwa likuiditas dalam negeri masih menunjukkan tren positif. Hal itu menurutnya juga tercermin dari perkembangan uang beredar dalam arti luas (M2) yang masih berhasil tumbuh. 

“Ada peningkatan kan,” sebutnya. 

Ia juga memastikan bahwa koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus berjalan. Yang mana, setiap harinya diadakan pertemuan virtual untuk membahas setiap update kondisi ekonomi makro dan mikro.

Baca Juga: Kenaikan Yield Obligasi Dorong Permintaan Kredit Perbankan, Bank Mandiri Optimistis

Ada pula rapat-rapat di tingkat teknis, sekretariat, hingga prinsipal yang hasilnya diumumkan secara publik setiap triwulan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag