◐

BNN: 1.716 sampel cairan vape terdeteksi mengandung narkotika - ANTARA News Kalimantan Barat

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan sebanyak 1.716 dari 1.745 sampel cairan rokok elektrik yang diperiksa terdeteksi mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru (NPS).

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu isu krusial yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pemberantasan narkotika.
 

Data tersebut disampaikan Suyudi saat menerima audiensi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (29/9).

Berdasarkan hasil pengujian Pusat Laboratorium Narkotika BNN hingga 12 Agustus 2026, sebanyak 1.716 dari 1.745 sampel cairan rokok elektrik terdeteksi mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS).

Dari keseluruhan sampel yang diperiksa tersebut, sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate.

Dalam pertemuan dengan Bakom RI, Suyudi mendorong penguatan kerja sama kedua lembaga dalam menyebarluaskan pesan antinarkotika kepada masyarakat.

"Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah," ujar Suyudi.

Ia juga kembali menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) agar seluruh elemen negara tidak membiarkan BNN bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman narkotika.

"Penguatan sinergi lintas sektoral menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman narkotika," katanya.

Suyudi juga memaparkan sejumlah program BNN, antara lain Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR), Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), layanan rehabilitasi keliling, tele-rehabilitasi secara daring, serta pusat panggilan BNN 184.

Sementara itu, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyatakan komitmennya membawa persoalan narkotika yang disampaikan BNN ke tingkat pembahasan lebih tinggi.

Qodari juga akan mendorong agar perang melawan narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan Bakom RI akan melakukan pembahasan internal untuk mematangkan bentuk kerja sama dengan BNN sekaligus menindaklanjuti langkah konkret yang dapat dilakukan kedua lembaga.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.