BMKG sebut massa udara dan suhu laut hangat sebabkan hujan di Sulawesi Tengah

BMKG sebut massa udara dan suhu laut hangat sebabkan hujan di Sulawesi Tengah

Sabtu, 12 September 2026 10:32 WIB

Image Print

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Mutiara Palu saat memperlihatkan prakiraan cuaca selama sepekan ke depan di Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/Moh Salam

Kota Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) belakangan ini dipicu oleh adanya penumpukan massa udara dan suhu muka laut yang lebih hangat.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Mutiara Palu Fathan Labanu mengatakan secara umum wilayah Sulawesi Tengah masih berada dalam periode puncak musim kemarau dan terdampak fenomena El Nino.

"Jadi saat ini posisinya masih dalam masa musim kemarau. Sementara untuk kasus terjadinya hujan di beberapa wilayah Sulawesi Tengah itu sifatnya belum merata atau tidak menyeluruh," kata Fathan di Kota Palu, Sabtu.

Ia mengemukakan untuk hujan lokal tersebut dominan terjadi di kawasan Sulawesi Tengah bagian barat seperti Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kota Palu, serta berpotensi meluas ke wilayah Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Poso.

"Kondisi tersebut disebabkan oleh akumulasi massa udara di sekitar wilayah Sulawesi Tengah bagian barat dan Selat Makassar, termasuk suhu permukaan air laut di Selat Makassar yang tercatat lebih hangat dari biasanya turut mendorong percepatan pertumbuhan awan-awan hujan," sebutnya.

Sejumlah wilayah berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 13–19 September mendatang. Wilayah tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, dan Kabupaten Poso.

"Terkait prakiraan cuaca sepekan ke depan adanya potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan berpeluang terjadi hujan lebat di beberapa titik," ucapnya.

Terkait hal itu pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama potensi hujan lebat yang kerap terjadi pada sore hingga malam hari.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026