BMKG pantau kualitas udara di Palembang terdampak asap karhutla

BMKG pantau kualitas udara di Palembang terdampak asap karhutla

Kamis, 6 Agustus 2026 19:33 WIB

Image Print

Kondisi udara di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang terdampak penyebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Kamis, mengatakan penurunan kualitas udara terpantau pada Rabu (5/8) malam hingga Kamis (6/8), dini hari melalui Stasiun PM2.5 Talang Betutu Palembang.

Berdasarkan grafik PM2.5 di Talang Betutu Palembang, kualitas udara pukul 00.00 WIB kategori sangat tidak sehat, pukul 01.00 WIB berbahaya, dan pukul 02.00 WIB kembali sangat tidak sehat hingga terus membaik pagi ini.

"Pukul 06.00 WIB tadi sudah kategori sedang," katanya.

Ia menjelaskan konsentrasi PM2.5 di atas 200 mikrogram per meter kubik masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan konsentrasi di atas 300 mikrogram per meter kubik masuk kategori berbahaya.

Pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menunjukkan kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di lokasi tersebut sempat mencapai lebih dari 90 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB.

Namun, pada pukul 08.00 WIB kualitas udara di kawasan Musi 2 kembali berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 di bawah 50 mikrogram per meter kubik.

"Penurunan kualitas udara terjadi pagi ini karena masih ada sisa penyebaran tadi malam," katanya.

Wandayantolis menduga kabut asap yang menyebar ke wilayah Palembang berasal dari karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Beberapa daerah yang terpantau mengalami karhutla, antara lain Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Prabumulih, dan Banyuasin.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Warga juga disarankan menggunakan masker saat bepergian untuk mengurangi paparan kabut asap.

"Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat bepergian agar tidak terdampak kabut asap," kata dia.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026