BKSDA Sumsel perketat pengamanan habitat gajah dari karhutla
BKSDA Sumsel perketat pengamanan habitat gajah dari karhutla
Sabtu, 5 September 2026 07:59 WIB
Kepala Balai BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto diwawancarai di Palembang, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memperketat pengamanan habitat gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan agar tidak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah setempat.
Kepala Balai BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto di Palembang, Jumat, mengatakan pihaknya terus melakukan pemadaman, patroli, dan pembasahan di sekitar kawasan habitat gajah untuk mengantisipasi penyebaran api.
BKSDA Sumsel telah menempatkan tujuh posko di kawasan SM Padang Sugihan. Posko tersebut diisi personel Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel bersama masyarakat dan beroperasi selama 24 jam.
Selain melakukan pemadaman, posko tersebut berfungsi untuk patroli, penjagaan, sosialisasi, serta mempercepat respons ketika ditemukan titik api.
BKSDA juga melakukan intervensi pengelolaan hidrologi di bagian selatan SM Padang Sugihan dengan membangun flat gate dan sekat kanal di 10 titik.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan air agar lahan gambut tetap basah sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya kebakaran.
"Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit, Pusat Konservasi Gajah Jalur 21," katanya.
Ia menjelaskan karhutla di SM Padang Sugihan mulai muncul pekan pertama Agustus 2026. Berdasarkan perhitungan terakhir, sekitar 2.300 hektare kawasan konservasi tersebut telah terbakar dari total luas sekitar 88.000 hektare.
Akan tetapi, titik api lama telah berhasil dikendalikan dan baru kembali muncul sejak 29 Agustus di sekitar Posko Tambatan.
Penanganan karhutla dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel, Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta TNI.
Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel juga memberikan dukungan pemadaman melalui pengeboman air menggunakan helikopter setiap hari.
Penyebab kebakaran itu diduga akibat bara api yang terbawa angin dari kawasan di luar SM Padang Sugihan yang sebelumnya telah terbakar.
"Dengan penanganan seperti itu, alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan," demikian Daniwari.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026