BI sebut konektivitas Muaro Jambi-Borobudur berpeluang dongkrak wisata - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyebut konektivitas sejarah antara Candi Muaro Jambi dan Candi Borobudur berpeluang mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Robby Fathir Nashary di Jawa Tengah, Minggu, mengatakan penguatan narasi sejarah kedua kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari promosi wisata yang menghubungkan Jambi dengan Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Kita mengharapkan orang yang datang ke Yogyakarta, kemudian datang ke Jambi," katanya usai mengunjungi Candi Borobudur bersama 33 jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi Bisnis (Forweb) Jambi.
Robby mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengajak jurnalis menggali keterkaitan sejarah perkembangan agama Buddha di Muaro Jambi dengan Borobudur.
Ia mengatakan Muaro Jambi dalam sejumlah catatan sejarah pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha.
Kawasan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan perkembangan pembelajaran Buddha di kawasan Asia pada masa lalu.
Menurut dia, keberadaan Makara berbahan batu andesit di pintu gerbang Candi Kedaton, kompleks Muaro Jambi, menjadi salah satu bukti yang menarik untuk dikaji karena bangunan di kompleks tersebut sebagian besar menggunakan batu bata merah.
Pihaknya mengatakan narasi mengenai keterkaitan Muaro Jambi dan Borobudur perlu dikemas menjadi cerita wisata yang menarik sehingga masyarakat semakin mengenal kedua warisan budaya tersebut.
Ia juga mengatakan konektivitas wisata penting bagi Jambi karena daerah itu belum memiliki bandara internasional, karena Yogyakarta dapat menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan ke Jambi.
"Yogyakarta sebagai salah satu partner, maka Jambi akan diuuntungkan," kata Robby.
Sementara storyteller Museum Borobudur Dayat mengatakan masyarakat perlu bangga karena nusantara telah memiliki peradaban dan pusat pembelajaran Buddha sejak berabad-abad lalu, termasuk di Muaro Jambi.
Pewarta: Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.