BI NTT menyediakan Rp4,3 miliar melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat di 3T

BI NTT menyediakan Rp4,3 miliar melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat di 3T

Kamis, 20 Agustus 2026 10:58 WIB

Image Print

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Nusa Tenggara Timur melaksanakan program ekspedisi rupiah berdaulat ke daerah 3T menggunakan KRI Hiu 634 yang diberangkatkan dari Dermaga Kodaeral VII, Kupang, NTT, Kamis (20/8/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan uang tunai Rp4,3 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

“Dengan kondisi yang saat ini kita rasakan di Flores, maka ini istilahnya misi kombo. Jadi misi kemanusiaan sekaligus upaya menyegarkan rupiah melalui penarikan uang lusuh,” kata Deputi Kepala KPw BI Provinsi NTT Alfin Ari Wijayanto di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan ERB di NTT berlangsung pada 20-26 Agustus 2026 dengan menyasar lima pulau, yakni Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Lamalera di Pulau Lembata, menggunakan kapal perang milik TNI AL.

ERB mendistribusikan modal kerja sebesar Rp4,3 miliar ke wilayah 3T dengan komposisi uang pecahan besar (UPB) dan uang pecahan kecil (UPK) yang diatur secara strategis. UPB mendukung kebutuhan transaksi dengan nilai besar, sementara UPK menjaga kelancaran transaksi masyarakat sehari-hari di wilayah tersebut.

Alfin mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk melakukan penukaran uang rupiah di daerah terpencil dengan menarik uang lusuh dan menggantinya dengan uang layak edar.

Selain itu, tim ERB akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya merawat dan mencintai rupiah serta Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Ia mengatakan ERB juga bertujuan menjaga ketersediaan rupiah hingga ke pelosok daerah dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta mendorong perekonomian di wilayah terpencil.

“Dengan bantuan TNI AL, kita melihat bahwa ini adalah sarana tercepat saat ini yang bisa menjangkau pulau terpencil,” ujarnya.

Alfin juga mengatakan BI telah berkoordinasi dengan kantor pusat untuk sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores sekitar tiga ton berupa paket sembako dan air minum.

Ia menjelaskan ERB merupakan layanan penyediaan uang rupiah layak edar melalui kas keliling kepulauan yang dilaksanakan melalui kerja sama BI dan TNI AL untuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T.

Sementara itu, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto mengatakan bantuan yang dibawa dalam ekspedisi tersebut disesuaikan dengan kapasitas KRI Hiu 634.

“KRI Hiu sendiri jenis kapal patroli yang kecil, hanya 57 meter panjangnya, sehingga tidak bisa mengangkut semua bantuan yang sudah terkumpul di Kupang,” katanya.

Ia mengatakan sebagian bantuan yang terkumpul di Kupang telah dimuat ke KRI Hiu 634 untuk dibawa ke wilayah terdampak gempa.

Selanjutnya, kata dia, bantuan dalam jumlah lebih besar akan dibawa menggunakan KRI Bung Hatta yang dijadwalkan bersandar di Kupang.

“KRI Bung Hatta ini karena dimensinya cukup besar, sehingga kita bisa membawa bantuan logistik yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.