Berkat Serial Dokumenter, Penumpang Ini Sat-set Bantu Selamatkan Pesawat Flydubai
Jakarta -
Siapa sangka hobi menonton Air Crash Investigation bisa berguna saat keadaan darurat di pesawat. Seorang penumpang Flydubai mengaku memanfaatkan pengetahuannya dari acara itu ketika membantu mengambil alih kendali pesawat yang diduga dibajak.
Adalah Yaniv Hayoun, penumpang yang mengaku menggunakan pengetahuan dari acara televisi tersebut saat membantu menguasai kembali pesawat yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv, Israel, pada Rabu (30/9/2026).
Hayoun mengatakan dirinya mendobrak pintu kokpit setelah mengetahui terjadi keributan di ruang kemudi. Saat itu, kapten pilot disebut telah ditikam ketika berusaha menghentikan aksi kopilot yang diduga hendak menjatuhkan pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu berhasil masuk ke kokpit, Hayoun melihat situasi yang menurutnya sangat kacau. Tidak ada pilot yang duduk di kursi kemudi. Ia melihat salah satu pilot berada di lantai, sementara kopilot berada di atas panel yang terletak di antara dua kursi pilot.
"Tidak ada pilot di kursi-kursi itu: satu orang berada di lantai, dan satu lagi di atas [panel]," ujar Hayoun, dikutip dari CNN, Sabtu (3/10/2026).
Hayoun menduga kopilot sedang berusaha mengutak-atik sistem pesawat. Ia khawatir tindakan tersebut dapat membuat pesawat kehilangan kendali dan jatuh.
Melihat kondisi tersebut, Hayoun kemudian meminta bantuan penumpang lain. Sejumlah penumpang asal Israel merespons dan dua orang di antaranya ikut masuk ke kokpit untuk membantu melumpuhkan kopilot.
"Saya berseru kepada sejumlah penumpang asal Israel di dalam pesawat, lalu dua orang lainnya datang menghampiri. Kami pun melumpuhkannya," kata Hayoun.
Setelah kopilot berhasil diamankan, Hayoun berusaha membantu mengendalikan pesawat. Ia meraih tuas kendali dan menariknya ke belakang untuk membantu mengembalikan kendali penerbangan.
"Saya segera kembali ke posisi semula, meraih kendali, dan mulai menarik tuas ke arah belakang," kata dia.
Menurut Hayoun, seluruh kejadian berlangsung sangat cepat. Ia mengaku hanya memiliki waktu dalam hitungan detik untuk mengambil keputusan dan membayangkan apa yang akan terjadi jika pesawat terus melaju tanpa kendali.
"Saya membayangkan jika kami sampai memasuki wilayah udara Israel, hasilnya tidak akan berakhir baik," ujarnya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam percakapan dengan Netanyahu, Hayoun kemudian mendapat pertanyaan sederhana tetapi menarik,'bagaimana ia bisa mengetahui cara menarik tuas kendali pesawat dalam situasi tersebut?"
Jawabannya justru berasal dari kebiasaannya menonton tayangan tentang kecelakaan pesawat. "Saya menonton Air Crash Investigation, Bapak Perdana Menteri, sungguh!" kata Hayoun.
(fem/fem)