Berbulan-bulan Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya |Republika Online
Pengendara sepeda motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (11/10/2026). Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti kawasan tersebut setelah berlangsung sejak akhir Juli 2026. Kondisi ini membuat warga harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kepungan asap yang belum juga menghilang. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Umat Kristiani ziarah makam di Tempat Pemakaman Umum Tambak Raja yang diselimuti asap di Palangka Raya. Kabut asap menyelimuti kawasan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan selama lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian warga sejak akhir Juli 2026, ketika asap mulai menyelimuti wilayah itu. Berlangsungnya kabut asap dalam waktu lama membuat kualitas udara menjadi perhatian. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya beriringan dengan memburuknya kualitas udara. Berdasarkan pantauan ISPUnet pada Ahad (11/10/2026) pukul 18.00 WIB, indeks standar pencemaran udara mencapai 414 atau masuk kategori berbahaya. Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mewaspadai paparan polusi udara di tengah kabut asap yang belum teratasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Sudah berbulan-bulan warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjalani aktivitas di tengah kepungan kabut asap. Pada Ahad (11/10/2026), asap masih menyelimuti kawasan Jembatan Kahayan, sementara pengendara sepeda motor melintas di tengah jarak pandang yang terbatas. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dilaporkan terjadi sejak akhir Juli 2026.
Kondisi ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Berdasarkan pantauan ISPUnet pada Ahad (11/10/2026) pukul 18.00 WIB, indeks standar pencemaran udara di Palangka Raya mencapai 414 atau masuk kategori berbahaya. Situasi tersebut menjadi perhatian bagi warga yang harus tetap beraktivitas di tengah kualitas udara yang buruk.
sumber : Antara Foto