Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
Jakarta -
Di usia 2 hingga 3 tahun, anak biasanya sudah mulai memiliki lebih banyak kosakata. Namun, sebenarnya berapa banyak kata yang sudah bisa mereka ucapkan, ya?
Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda, Bunda. Oleh karena itu, jumlah kata yang dapat diucapkan anak bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Bunda juga perlu melihat kemampuan anak dalam memahami ucapan, mengikuti instruksi, menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, dan perkembangan kemampuan sosialnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada variasi dalam perkembangan bahasa awal anak. Beberapa akan mengucapkan kata pertama lebih awal, beberapa lebih lambat," ungkap profesor psikologi di University of Massachusetts, Doreen Arcus, dikutip dari The Bump.
Perkembangan bahasa dan bicara anak 2-3 tahun
Usia 2-3 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan bahasa anak. Pada rentang usia ini, anak mulai beralih dari sekadar mengucapkan kata-kata tunggal menjadi menggunakan kombinasi kata untuk menyampaikan pikirannya.
Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), anak usia 2-3 tahun juga mulai mengajukan pertanyaan sederhana seperti 'kenapa'.
Dari segi pengucapan, kemampuan anak semakin jelas terutama bagi orang tua dan pengasuh terdekat. Bagi orang asing atau yang jarang bertemu, perkataan anak mungkin belum bisa dipahami sepenuhnya.
Nantinya saat memasuki usia 3 tahun, kemampuan komunikasi anak akan semakin berkembang pesat.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa sebagian besar anak usia 3 tahun sudah bisa lebih banyak mengajukan pertanyaan. Misalnya seperti 'siapa', 'apa', dan 'di mana'.
Dikutip dari Kids Health, antara usia 2 dan 3 tahun, balita mengalami peningkatan pesat dalam kemampuan berbahasa seperti:
Usia 2 tahun
Pada usia ini, sebagian besar anak mengucapkan setidaknya dua kata sekaligus. Pada usia 30 bulan, mereka mengucapkan 50 kata atau lebih.
Anak juga mulai belajar menggunakan kata-kata seperti 'saya', 'aku' atau 'kita'. Pada usia 30 bulan, sebagian besar anak dapat mengikuti instruksi dua langkah, seperti 'ambil bola dan kasih ke Ayah'.
Sebagian besar anak usia 2 tahun juga sudah mulai dapat:
- Menggunakan frasa sederhana dua kata, seperti 'minum lagi'.
- Mengikuti perintah sederhana dan memahami pertanyaan sederhana.
- Berbicara sekitar 50 hingga 100 kata.
- Dapat dipahami setidaknya setengah dari rata-rata orang yang tidak mereka kenal dekat.
Usia 3 tahun
Pada usia 3 tahun, kosakata balita biasanya sudah mencapai lebih dari 200 kata. Anak-anak dapat merangkai kalimat dua atau tiga kata.
Mereka dapat berbicara dengan Bunda dalam percakapan yang memiliki setidaknya dua kali timbal balik. Orang lain juga mulai banyak yang dapat memahami ucapan anak sepanjang waktu.
Pada usia ini, sebagian besar anak sudah mulai mampu:
- Berbicara dalam frasa atau kalimat dua dan tiga kata.
- Menggunakan setidaknya 200 kata atau lebih.
- Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, di mana, atau mengapa, seperti 'Bunda di mana'.
- Menyebutkan nama depan mereka ketika ditanya.
- Merujuk pada diri mereka sendiri dengan kata ganti, seperti 'saya', 'aku', atau 'punyaku'.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada usia 18-24 bulan anak biasanya mengalami 'ledakan bahasa', dengan kosakata yang bertambah hampir setiap hari.
Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya jangan langsung membandingkan jumlah kata anak dengan anak lain seusianya. Hal yang lebih penting adalah melihat pola perkembangannya dari waktu ke waktu.
Kapan anak dikatakan terlambat bicara?
Keterlambatan bicara tidak hanya ditentukan oleh sedikit atau banyaknya kosakata. Dalam kasus lain, anak mungkin dapat mengalami kesulitan pada aspek yang berbeda, misalnya dalam proses mengucapkan suara, memahami bahasa, menggunakan bahasa, atau berkomunikasi secara sosial.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika anak sudah berusia 2 tahun tetapi belum mampu menggabungkan dua kata yang bermakna.
IDAI menyebutkan bahwa pada usia 2 tahun orang tua perlu waspada jika anak belum memiliki kalimat dua kata yang dapat dimengerti.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Konsultasi lebih awal dapat membantu mengetahui apakah anak memang mengalami keterlambatan, faktor apa yang mungkin memengaruhinya, dan apakah diperlukan pemeriksaan atau stimulasi lebih lanjut.
Beberapa tanda yang perlu menjadi perhatian dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke profesional antara lain:
1. Di usia 2 tahun belum menggabungkan dua kata
Jika anak sudah berusia 24 bulan tetapi masih sebatas mengucapkan kata tunggal dan belum menggunakan kombinasi dua kata yang bermakna, sebaiknya lakukan konsultasi.
2. Kosakata sangat terbatas atau tidak bertambah
Perhatikan apakah anak terus memperoleh kata-kata baru, Bunda. Jika kosakata anak sangat terbatas atau bahkan tidak bertambah dari waktu ke waktu, sebaiknya bicarakan dengan dokter.
3. Anak sulit memahami instruksi sederhana
Keterlambatan bahasa tidak hanya terlihat dari kemampuan berbicara, tapi juga ketika anak sulit memahami apa yang dikatakan orang lain.
Misalnya, anak tidak memahami instruksi sederhana yang sesuai dengan usianya atau sulit mengikuti percakapan sederhana. Hal ini juga bisa menjadi salah satu tanda yang dapat menunjukkan adanya masalah bahasa.
4. Pada usia 3 tahun, ucapan anak masih sangat sulit dipahami
Seiring bertambahnya usia, ucapan anak seharusnya semakin jelas. CDC menyebutkan bahwa pada usia 3 tahun, anak umumnya sudah berbicara cukup baik sehingga sebagian besar perkataannya dapat dipahami orang lain.
Jika hanya orang tua yang dapat memahami sebagian besar ucapan anak sementara orang lain hampir tidak mengerti, kondisi tersebut juga perlu dikonsultasikan.
5. Anak kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki
Hal yang tak kalah penting, Bunda juga perlu memberi perhatian lebih jika anak berhenti menggunakan kata atau kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki. Ini berbeda dengan sekadar belum mencapai milestone tertentu, dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Selain mengevaluasi kemampuan bahasa dan bicara Si Kecil, dokter mungkin akan mempertimbangkan faktor lain, termasuk gangguan pendengaran. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu kondisi yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa dan bicara anak.
IDAI menyebutkan bahwa keterlambatan bicara dapat memiliki berbagai penyebab, antara lain gangguan pendengaran, gangguan perkembangan, masalah perilaku, kurang stimulasi, hingga faktor lainnya.
Evaluasi ke tenaga kesehatan profesional dapat membantu orang tua mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan anak dan tindakan lebih lanjut yang diperlukan.
Itulah penjelasan tentang berapa banyak kata diucapkan anak usia 2-3 tahun dan kapan perlu konsultasi ke tenaga profesional. Pastikan Bunda memberi waktu untuk banyak mengobrol dan bercerita dengan anak untuk menstimulasi kosakatanya, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)