Bensin Bikin Dompet Tipis, Motor Listrik VinFast Tawarkan Solusi Praktis

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Jakarta, VIVA – Buat sebagian orang, bensin menjadi salah satu pengeluaran yang kelihatannya kecil tetapi terus muncul setiap minggu. Kalau motor dipakai setiap hari untuk berangkat kerja, kuliah, atau sekadar beraktivitas di dalam kota, biaya tersebut akhirnya ikut mengambil porsi dari uang bulanan.

Baca Juga

Situasi ini membuat motor listrik mulai masuk hitungan, terutama bagi pengguna yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengubah pola mobilitas secara drastis. VinFast menjadi salah satu merek yang menawarkan pendekatan tersebut melalui tiga motor listriknya, yakni Evo, Feliz II, dan Viper.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu yang menarik adalah skema baterainya. Ketiga model tersebut bisa digunakan dengan sistem battery subscription, sehingga konsumen tidak harus membeli baterai sekaligus bersama motornya. Saat ini, biaya langganan satu baterai tercatat Rp84 ribu per bulan, sedangkan biaya satu kali penukaran baterai (battery swap) Rp6 ribu.

Baca Juga

Hitung-hitungan sederhananya

VinFast sendiri memberikan gambaran biaya energi antara motor listrik dan motor bensin. Berdasarkan perhitungan internal yang ditampilkan pada materi VinFast E-Motorcycle, kebutuhan listrik untuk motor listrik disebut mulai sekitar Rp40 ribu per bulan, sedangkan biaya bensin dipatok sekitar Rp400 ribu per bulan.

Baca Juga

Kalau angka tersebut dipakai sebagai ilustrasi, selisih biaya energinya mencapai Rp360 ribu per bulan. Dalam setahun, nominal yang berpotensi tidak dikeluarkan untuk bensin menjadi sekitar Rp4,32 juta.

Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan biaya langganan baterai. Jika menggunakan satu baterai dengan tarif Rp84 ribu per bulan, kebutuhan bulanannya menjadi sekitar Rp124 ribu, terdiri dari Rp40 ribu listrik dan Rp84 ribu langganan baterai.

Dengan skenario tersebut, selisihnya terhadap biaya bensin Rp400 ribu menjadi sekitar Rp276 ribu per bulan. Dalam satu tahun, potensi selisihnya mencapai Rp3,31 juta.

Tidak perlu menunggu baterai penuh

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain persoalan biaya, sistem penukaran baterai menjadi bagian yang cukup menarik dari konsep VinFast. Pengguna tidak harus selalu menunggu baterai selesai diisi ketika membutuhkan kendaraan dalam waktu cepat.

VinFast menyebut proses swap dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dengan biaya Rp6 ribu untuk satu kali penukaran, pengguna bisa mengganti baterai di fasilitas yang tersedia tanpa harus membawa pulang baterai untuk diisi sendiri.

Halaman Selanjutnya

Sebagai contoh, kalau seseorang melakukan swap 10 kali dalam sebulan, biaya tambahannya sekitar Rp60 ribu. Jika dilakukan 20 kali, biayanya menjadi Rp120 ribu per bulan.