Belajar Matematika Lebih Menyenangkan Lewat Penguatan Numerasi Sekolah |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan daerah melalui penguatan literasi numerasi bagi pelajar dan tenaga pendidik. Penguatan kemampuan berhitung dipandang penting untuk membantu siswa memahami matematika secara lebih mudah dan menyenangkan.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan program literasi numerasi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah meningkatkan kemampuan siswa. Metode pembelajaran yang digunakan diharapkan mampu mengubah anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit.
"Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami," kata Najmul saat membuka kegiatan literasi numerasi di SMPN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin.
Menurut Najmul, kemampuan numerasi tidak cukup dibangun melalui hafalan rumus. Anak-anak perlu dibimbing memahami cara menggunakan angka dan logika dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka temui dalam proses belajar.
Karena itu, ia menekankan pentingnya seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai. Materi yang diberikan diharapkan membantu guru dan siswa menemukan cara pembelajaran numerasi yang lebih efektif.
“Seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan hingga selesai. Kita perlu menghadirkan metode berhitung yang menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami matematika," ujarnya.
Najmul mengatakan kemampuan numerasi anak-anak di Lombok Utara masih perlu terus ditingkatkan. Upaya tersebut membutuhkan kesungguhan bersama antara pemerintah daerah, sekolah, guru, siswa, dan pihak lain yang terlibat dalam pendidikan.
Pembelajaran yang sederhana dan menarik, menurut dia, dapat membantu siswa mengurangi rasa takut terhadap matematika. Ketika materi disampaikan dengan cara yang mudah dicerna, siswa diharapkan lebih berani mencoba dan menyelesaikan soal secara mandiri.
"Kegiatan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menumbuhkan minat dan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari matematika," katanya.
Penguatan numerasi juga tidak berhenti pada kemampuan melakukan operasi hitung. Proses pembelajaran perlu diarahkan agar siswa mampu memahami informasi berbasis angka, mengenali pola, dan menggunakan penalaran ketika menghadapi suatu persoalan.
Dalam konteks tersebut, peran guru menjadi sangat penting. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu menemukan pendekatan yang mampu membuat siswa terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.
Guru Jadi Penggerak Pembelajaran Numerasi
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Lombok Utara Muhammad Najib mengatakan kegiatan literasi numerasi telah banyak diselenggarakan. Program tersebut dilaksanakan baik oleh Dinas Pendidikan maupun berbagai lembaga lainnya.
"Antusiasme guru dan siswa dalam mengikuti kegiatan serupa menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembelajaran numerasi di lingkungan sekolah," katanya.
Menurut Najib, tingginya partisipasi menunjukkan adanya kebutuhan terhadap metode pembelajaran yang lebih variatif. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan kembali dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak siswa di sekolah. Guru juga dapat menyesuaikan metode yang diperoleh dengan karakter dan kemampuan peserta didik di kelas masing-masing.
sumber : Antara