Beda Body Mist, Eau de Parfum dan Extrait de Parfum, Mana yang Wanginya Paling Tahan Lama?
Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:41 WIB
Jakarta, VIVA – Memilih wewangian ternyata tidak hanya berkaitan dengan aroma yang disukai. Bagi sebagian orang, jenis parfum dan tingkat konsentrasinya juga menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga
Hal ini karena setiap jenis wewangian memiliki karakter yang berbeda, mulai dari seberapa ringan aromanya, intensitas yang dihasilkan, hingga kemampuan wanginya bertahan setelah diaplikasikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di antara berbagai istilah yang kerap ditemui, Body Mist, Eau de Parfum (EDP), dan Extrait de Parfum menjadi beberapa jenis yang cukup populer. Ketiganya sama-sama digunakan untuk memberikan aroma pada tubuh, tetapi memiliki karakter serta pengalaman pemakaian yang berbeda.
Baca Juga
Body Mist, Ringan untuk Aktivitas Sehari-hari
Body Mist umumnya dikenal sebagai pilihan yang lebih ringan. Produk jenis ini cocok bagi mereka yang menyukai aroma segar dan tidak terlalu pekat, terutama ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga
Karena karakter wanginya relatif ringan, Body Mist biasanya lebih fleksibel digunakan berulang kali. Pengguna dapat menyemprotkannya kembali ketika menginginkan sensasi aroma yang lebih segar.
Jenis ini juga sering menjadi pilihan untuk digunakan setelah mandi, sebelum beraktivitas, maupun ketika berada di luar ruangan. Karakternya yang tidak terlalu berat membuat Body Mist terasa lebih kasual dibandingkan jenis parfum dengan konsentrasi lebih tinggi.
Eau de Parfum, Lebih Intens dan Bertahan Lebih Lama
Berbeda dengan Body Mist, Eau de Parfum memiliki konsentrasi bahan pewangi yang lebih tinggi. Hal tersebut membuat aromanya cenderung terasa lebih kuat dan bertahan lebih lama.
EDP menjadi salah satu pilihan yang cukup fleksibel karena dapat digunakan untuk berbagai kesempatan. Aromanya bisa menemani aktivitas sehari-hari sekaligus digunakan ketika menghadiri acara tertentu.
Namun, ketahanan parfum tidak semata-mata ditentukan oleh konsentrasinya. Komposisi bahan, karakter kulit, cuaca, hingga titik penyemprotan juga dapat memengaruhi bagaimana aroma berkembang dan bertahan.
Karena itu, parfum dengan jenis yang sama belum tentu memberikan pengalaman yang identik pada setiap orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Extrait de Parfum, Ketika Aroma Dibuat Lebih Pekat
Sementara itu, Extrait de Parfum berada pada kategori wewangian dengan konsentrasi parfum yang lebih tinggi. Karakter aromanya umumnya terasa lebih pekat, kaya, dan memiliki kesan yang lebih intens.
Halaman Selanjutnya
Bagi pencinta parfum, Extrait de Parfum menarik karena tidak hanya menawarkan aroma yang kuat, tetapi juga dapat memberikan pengalaman berbeda dalam perkembangan wangi dari awal hingga dry down.