Bebas Pajak 50 Tahun di PFII, Tapi RI Tetap Patuhi Aturan Main Global

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengungkapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan memberikan fasilitas perpajakan, salah satunya tax holiday 0% selama 50 tahun.

Namun, penerapan pajak minimum global atau global tax minimum (GMT) tetap berlaku dengan persyaratan tertentu.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Mohamad Hekal mengatakan beberapa pusat finansial di dunia juga memberikan fasilitas perpajakan selama 50 tahun. Namun, penerapan GMT tetap berlaku.

"Jadi fasilitas perpajakan 50 tahun itu ada beberapa financial center yang memang eksplisit ditulis 50 tahun. Tapi ini juga kita hanya berlakukan di dalam kawasan PFII," kata Hekal dalam Power Lunch, Senin (27/7/2026).

Indonesia sendiri telah menyatakan komitmen untuk menerapkan kebijakan GMT sebesar 15% pada 2025, sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2024

"Kenapa kita tetap menganut kepada GMT? Karena semua international financial center di dunia juga tetap menerapkan itu. Jadi kalau misalnya mereka gak kita terapkan di sini, dia tetap akan dipajakin oleh negara asalnya," lanjut Hekal.

Selain itu, penerapan GMT di PFII juga dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan lanskap pajak internasional, menghindari persaingan tidak sehat antarnegara (race to the bottom), serta menjaga kredibilitas dan kepatuhan fiskal global.

"Kebijakan GMT tetap berlaku di PFII supaya enggak ada persaingan yang tidak bersih lah terkait penerimaan negara," terang Hekal.

Hekal menjelaskan, fasilitas perpajakan 0% selama 50 tahun bisa didapat dengan persyaratan tertentu yakni pelaku usaha yang omzetnya tidak lebih dari 750 juta euro. Jika lebih, maka akan diberlakukan sesuai GMT.

"Tapi kan diterapkan hanya ke mereka yang memenuhi syarat tertentu. Jadi nanti ada pelaku usaha yang akan dikenakan Global Minimum Tax, secara umum itu biasanya yang omzetnya udah lewat dari 750 juta euro," jelas Hekal.

(arj/arj)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]