Barantin usulkan instalasi karantina besar perkuat Palu simpul dagang

Palu ini adalah hub. Jadi semua komoditas yang mau diekspor atau mau diperdagangkan ke antarpulau itu rata-rata lewat Kota Palu

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengusulkan pembangunan instalasi karantina skala besar di kawasan industri dekat Pelabuhan Pantoloan guna memperkuat Kota Palu sebagai simpul perdagangan komoditas Sulawesi Tengah.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan posisi Kota Palu strategis karena menjadi jalur keluar-masuk berbagai komoditas yang diperdagangkan antarpulau maupun diekspor.

“Palu ini adalah hub. Jadi semua komoditas yang mau diekspor atau mau diperdagangkan ke antarpulau itu rata-rata lewat Kota Palu,” kata Karding di Jakarta, Rabu.

Usulan pembangunan instalasi tersebut menjadi salah satu gagasan dalam kerja sama Barantin dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi karantina dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Palu.

Menurut Kepala Barantin, instalasi karantina yang tersedia di Palu saat ini masih berskala kecil.

Karena itu, ia mengusulkan Pemkot Palu membangun fasilitas dengan kapasitas lebih besar, termasuk kemungkinan instalasi terintegrasi untuk komoditas hewan, ikan dan tumbuhan.

Karding mengusulkan fasilitas tersebut dibangun di kawasan industri dekat Pelabuhan Pantoloan.

Ia menyebut Pemkot Palu memiliki lahan di kawasan tersebut yang dapat dipertimbangkan untuk pembangunan instalasi karantina.

“Beliau punya kawasan industri di dekat Pelabuhan Pantoloan itu dan punya tanah di sana. Saya usul kepada beliau untuk lebih baik dibangun di sana sehingga Kota Palu menjadi hub seluruh komoditas yang akan diperdagangkan secara nasional maupun global,” ujarnya.

Menurut Karding, pembangunan instalasi karantina skala besar oleh pemerintah daerah juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Palu, termasuk melalui pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencatat Pelabuhan Pantoloan memiliki kapasitas layanan peti kemas eksisting sebesar 160.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun dan mampu melayani kapal hingga 30.000 deadweight tonnage (DWT).

Baca juga: Barantin suspend 19 perusahaan sarang walet langgar aturan ekspor

Baca juga: Barantin lepas ekpor komoditas tropis senilai Rp40,8 miliar ke China

Aktivitas perdagangan melalui pelabuhan tersebut juga ditunjukkan oleh pengiriman komoditas ekspor dari Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Barantin, sebanyak 7.344 ton durian beku atau 272 kontainer dikirim ke China melalui Pelabuhan Pantoloan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Konektivitas Palu turut diperkuat melalui jalur udara setelah Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri resmi melayani penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou, China, pada 6 Agustus 2026.

Karding mengatakan keberadaan pelabuhan dan bandar udara menjadi modal bagi Palu untuk memperkuat perannya sebagai simpul perdagangan komoditas Sulawesi Tengah menuju pasar domestik maupun internasional.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan kerja sama dengan Barantin diharapkan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi sekaligus meningkatkan kemandirian daerah.

“Palu memiliki ruang yang cukup strategis sebagai hub di Sulawesi Tengah, terkait dengan jalur ekspor maupun impor barang keluar dan masuk,” ucap Hadianto.

Ia mengatakan nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih konkret yang direncanakan dilaksanakan di Kota Palu pada bulan berikutnya.

Menurut Hadianto, kolaborasi tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah mengidentifikasi dan mengelola berbagai potensi yang dimiliki sehingga dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Barantin menegaskan nota kesepahaman tersebut merupakan awal bagi pelaksanaan kerja sama yang lebih konkret antara Barantin dan Pemkot Palu.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal dari kerja sama yang lebih konkret,” tutur Karding.

Baca juga: Barantin evaluasi unit usaha sarang walet agar kembali ekspor ke China

Baca juga: Barantin: Pendampingan UMKM tingkatkan mutu ekspor Indonesia

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.