Banyak yang Percaya 'Cut Carbo' Auto Bikin Lemak Luruh? Tunggu Dulu, Ini Faktanya
Daftar Isi
Jakarta -
Metode memotong asupan karbohidrat (cut carbo), masih menjadi pilihan favorit banyak orang yang ingin memangkas berat badan. Penurunan angka timbangan yang lumayan drastis pada fase awal, kerap membuat pejuang diet meyakini bahwa lemak tubuhnya telah luruh.
Menanggapi itu, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mewanti-wanti masyarakat agar tidak salah kaprah. Menurutnya, penurunan berat badan yang signifikan di awal fase cut carbo sebagian besar bukan berasal dari pembakaran lemak murni, melainkan hilangnya cadangan air dan glikogen di dalam otot.
"Untuk karbohidrat, jadi biasanya orang kalau awal-awal baru cut carbo itu biasanya banyak berat badan yang turun itu karena cairan, gara-gara si glikogen yang tersimpan di otot kita. Banyak dengan 1 gram glikogen aja udah mengandung 3-4 gram air," terang dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Yaze menjelaskan bahwa saat tubuh mengalami defisit kalori dan asupan karbohidrat dipangkas, tubuh akan secara otomatis menggunakan simpanan glikogen sebagai energi darurat. Proses ini secara langsung melepaskan molekul air yang terikat padanya.
"Jadi sudah pasti begitu kita defisit kalori, terus kita kurangin karbohidrat, akhirnya cadangannya kepake. Jadi akhirnya turun berat badan tuh lumayan banyak," terangnya.
Fase Melambat Setelah Bulan Pertama
Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa seseorang bisa mengalami penurunan berat badan secara drastis di awal. Tetapi, grafik penurunannya akan melambat seiring berjalannya waktu.
dr Yaze menggambarkan pada bulan pertama hingga kedua, seseorang bisa saja kehilangan berat badan hingga 8 kg. Saat memasuki bulan ke-6 dan ke-7, penurunan berat badan umumnya stabil di angka 1-2 kg per bulan.
"Itu karena pengaruh si glikogen tadi, karbohidrat yang ada di glikogen tadi yang mengandung air jadi begitu kita turun. Defisitnya awal-awal, biasanya turunnya banyak banget," tutur dr Yaze.
"Itu karena sebenarnya bukan cuma lemak murni yang berkurang atau yang dibakar. Itu ada cairan juga sama glikogen juga," sambungnya.
(sao/naf)