◐

Bantah Ada Pembatasan Kouta, Bahlil: Kami Naikan Cadangan hingga 15 Hari

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 19 Oktober 2026, 23:13 WIB

Bantah Ada Pembatasan Kouta, Bahlil: Kami Naikan Cadangan hingga 15 Hari

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia membantah kabar pemangkasan kuota bahan bakar minyak (BBM) di Bali.

Bahlil menegaskan, pemerintah justru meningkatkan target cadangan BBM dari sebelumnya sekitar 11 hari menjadi 15 hari untuk memperkuat pasokan di wilayah tersebut.

“Enggak (ada pembatasan). Bahkan ini saya tambahin. Ini kemarin kan tetap. Menurut laporan dari Pak [Dirut] Pertamina, itu kan karena terjadinya keterlambatan kapal sandar, tapi kuotanya tidak dikurangi,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Menko Bahlil Rapat dengan Dasco hingga Kapolri, Bahas Apa?

Bahlil menambahkan, keputusan peningkatan target cadangan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan layanan BBM yang terjadi.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mengevaluasi dan memperbaiki penyaluran energi agar kejadian serupa tidak terulang. Simon mengatakan, kelancaran distribusi energi menjadi hal penting bagi Bali, terutama untuk mendukung sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan ekonomi lainnya.

“Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran dan distribusi energi, dan memastikan agar seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik,” ujar Simon.

Ia menyampaikan, Pertamina telah melakukan evaluasi dan akan terus mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Simon juga mengapresiasi dukungan dan kesabaran masyarakat Bali selama gangguan distribusi berlangsung.

“Saya atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan perumahan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” tukasnya.